Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon 102 Mahabhakti Universitas Negeri padang (UNP) mengadakan seminar nasional dengan tema Peran Mahasiswa dalam Menghadapi Proxy War, Kamis (29/10). Seminar yang diadakan di Ruang Serba Guna Fakultas Teknik UNP ini menghadirkan Mayor Infanteri Tanjung, S.H., dari Komando Resort Militer (Korem) 032 Wirabraja dan Muhammad Adri, S.Pd., M.T., dosen FT UNP. Acara ini dibuka langsung oleh staf ahli Wakil Rektor III, Drs.Willadi Rosyid, M.Pd..
Proxy war merupakan perang yang mengandalkan pihak ketiga dalam menjatuhkan lawan, sehingga tidak diketahui mana kawan dan lawan. Adam Subuh Zulheri, selaku ketua pelaksana mengatakan tujuan diangkatkannya tema ini karena masih banyaknya mahasiswa yang tidak mengetahui proxy war dan hubungannya dengan pertahanan dan ketahanan sosial negara. "Mahasiswa sebagai pemuda penerus bangsa harus mengetahui perannya dalam membela negara," kata Adam.
Pembina Menwa UNP, Iskandar Wirani, mengatakan proxy war sebenarnya sudah ada sejak lama, namun saat ini bentuknya telah berubah dan semakin besar dengan pesatnya perkembangan teknologi. "Saat ini setiap menit, detik, bahkan setiap saat adalah perang, hanya saja kita tidak menyadari kalau kita sedang diserang," katanya.
Lebih lanjut, Iskandar menyampaikan mahasiswa mempunyai peran yang penting dan strategis di tengah-tengah masyarakat dalam menghadapi proxy war ini, karena mahasiswa mendapatkan ilmu pengetahuan di kampus dalam menyikapi hal tersebut. Hal ini menurut iskandar sesuai dengan motto Menwa, "dengan ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan, kita bela negara".
Penulis: Muhammad Ramadhan*
Editor: Rizka Wahyuni
Komentar (0)