Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah (Basindoda) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan Diskusi Ilmiah bertema Sastra sebagai Sarana Revolusi Mental di Ruang Teater Tertutup FBS UNP, Rabu (28/10). Tidak hanya itu, kegiatan yang juga diangkatkan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa ke-87 ini yaitu lomba membaca dan cipta puisi antarmahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia TM 2014. Pengumuman pemenang masing-masing lomba ini dilakukan oleh perwakilan masing-masing juri lomba.
Untuk pemenang lomba membaca puisi, diumumkan oleh Andri C.Tamsin. Dari 21 peserta yang ada, Andria mengumumkan 6 peserta terbaik. Mereka adalah Melli Septia, Desi Atika Suri, Defni Sri Melisa, Merli Yuridha, Maharani, dan F.Wan Z. Andria menyatakan bahwa penampilan peserta belum maksimal. Ada yang membaca keras-keras namun show yang ditunjukkan kurang terlihat. Menurut Andria, dalam membaca puisi, yang harus diperhatikan peserta adalah penjiwaan. "Jangan hanya berteriak, hendaknya ada penjiwaan," tegasnya.
Yenni Hayati selaku juri lomba cipta puisi mengatakan bahwa terdapat perdebatan yang cukup alot untuk menentukan puisi terbaik. Karena ini bukanlah hal yang mudah. Adapun 6 peserta terbaik untuk lomba cipta puisi adalah Elin Novia, Fitri Wijaya, F.Wan Z., Finni Rizkiyah Putri, Ella, dan Nana Desriana.
Lebih lanjut, Yenni mengatakan bahwa kriteria puisi yang dianggap baik adalah ide puisi bagus, diksi bagus, dan memberikan sesuatu yang baru bagi pembaca. "Waktu pertama saya membaca puisi yang saya anggap bagus, saya ingin membacakannya," kata Yenni sambil membacakan puisi terbaik peserta.
Pemenang pertama cipta puisi, Elin Novia selaku mengaku senang atas keberhasilannya. Saat ditanya tentang tema puisi yang ia ciptakan, ia mengakui temanya adalah kesadaran seseorang atas kelalaian. Elin berharap agar lomba semacam cipta puisi diadakan kembali di tahun mendatang. "Kalau bisa jenis perlombaannya diperbanyak," ungkapnya.
Penulis : Fitri Wijaya*
Editor : Dwi Suharadita*
Komentar (0)