Satu setengah tahun pascagempa 30 September melanda, satu setengah tahun pula gedung utama Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) tak pernah dipakai. Mahasiswa FBS kuliah tersebar di beberapa tempat, seperti di Gedung Hijau, Gedung Darurat, Balai Bahasa UNP, dan bahkan ada yang kuliah di kantor jurusan. Namun, lain halnya untuk Januari-Juni 2011, gedung utama FBS sudah kembali digunakan untuk proses perkuliahan meski belum keseluruhan. Gedung berlantai lima ini hanya baru bisa digunakan sampai lantai tiga.
Walau sudah layak pakai, masih ada beberapa mahasiswa yang merasa takut untuk kuliah di sana. Hal ini diungkapkan Ririn Rizana, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Konsentrasi Budaya Alam Minangkabau TM 2008. Ia mengaku sampai sekarang masih takut dan merasa was-was bila menaiki gedung FBS, meski sudah diperbaiki beberapa bulan yang lalu. "Saya masih trauma dengan gempa 30 September lalu," ujarnya, Kamis (5/5).
Ketakutan itu tak hanya dirasakan mahasiswa, seorang pegawai perpustakaan Jurusan Bahasa Indonesia, Sri Ana Ningsih, A. Md, juga merasakan hal yang sama. Perasaan takut masih muncul ketika ia berada di lantai tiga gedung FBS. "Karena ini sudah menjadi tanggung jawab saya, maka harus dijalani dengan senang hati," ujarnya Selasa (24/5).
Menanggapi ketakutan yang masih dirasakan sebagian mahasiswa, Pembantu Dekan II FBS Drs. Ardipal, M. Pd., mengatakan Tim Peneliti Pekerjaan Umum dari Jakarta dan Bandung mengatakan gedung FBS sudah layak pakai. Surat keputusan mengenai kelayakan gedung ini telah disampaikan kepada Rektor. "Namun, kita tidak bisa menjamin secara pasti karena semua itu kehendak Tuhan, kita hanya bisa melakukan yang terbaik," ungkapnya Selasa (24/5). Ia membantah beberapa opini yang mengatakan perbaikan gedung hanya sebatas ditambal. Perbaikan yang dilakukan adalah melapisi aluminium pada dinding gedung bagian dalam dan luar. "Jika pun terjadi gempa, maka bata-bata dinding tidak akan jatuh keluar lagi," jelasnya.
Ia juga mengatakan gedung FBS sebenarnya sudah bisa dipakai sampai lantai lima, namun karena masih ada beberapa dosen, pegawai dan mahasiswa FBS masih merasa takut sehingga hanya dipakai sampai lantai tiga. Semester depan direncanakan akan dipakai hingga lantai lima. Untuk mengatasi kecemasan yang muncul, maka rencananya akan dibuat tangga dari luar. "Surat permohonanya sudah disampaikan pada rektor, sekarang kami hanya menunggu keputusannya," tutupnya. Ninit
Komentar (0)