Untuk menciptakan mahasiwa tanggap bencana, Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon 102 Maha Bhakti Universitas Negeri Padang (UNP) mendatangkan dua orang instruktur tanggap bencana, yaitu instruktur penanggulangan bencana dan instrukutur pemadam kebakaran. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang 308 lantai III Fakultas Ilmu Pendidikan UNP, Sabtu (17/10).
Dalam pemaparan materinya, Instruktur Penanggulangan Bencana, Febri Tri Aska menjelaskan bahwa bencana adalah sesuatu kejadian yang menimbulkan dampak hilangnya nyawa dan harta benda dalam skala yang besar. Bencana erat kaitannya dengan ancaman dan wilayah yang terkena bencana.
Lebih lanjut, Febri mengatakan bahwa ada beberapa jenis bencana yang terjadi di Indonesia, diantaranya gempa tsunami, cuaca ekstrem, tanah longsor, banjir, kebakaran, kebakaran hutan dan lahan, epidemi dan wabah penyakit, kegagalan teknologi, konflik sosial, letusan gunung api, dan lain sebagainya.
Dari jenis bencana tersebut, diiventariskan beberapa jenis bencana yang dekat dengan kampus I UNP Jln. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar Barat, Padang. Yaitunya gempa tsunami, cuaca ekstrem, kebakaran, epidemi dan wabah penyakit, kegagalan teknologi dan konflik sosial. Sebab bencana dekat dengan kita, Febri menjelaskan bahwa mengetahui bahaya bencana bukan bertujuan untuk membuat takut, tetapi untuk mempersiapkan diri menanggulangginya. "Bencana bisa datang kapan dan di mana saja tanpa kita duga meskipun telah ada badan khusus yang memprediksinya."jelas Febri.
Penulis: Meri Susanti
Editor : Dwi Suharadita*
Komentar (0)