Usai pembukaan acara Debat Konstitusi tingkat Universitas Negeri Padang (UNP) di aula Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), 17 tim yang berasal dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Unit Kegiatan (UK), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) selingkup UNP bertempur dalam babak penyisihan, Sabtu (10/10).
Grup yang bertanding terdiri dari A sampai F (enam grup). Bakda Asar tim juri mengumumkan para pemuncak masing-masing grup. Pengumuman dilangsungkan di Aula FIP UNP, dipandu oleh Dr.Junaidi Indrawadi, M.Pd., selaku pembina pelaksana debat konstitusi.
Berdasarkan rekapitulasi nilai babak penyisihan, diperoleh satu tim pemuncak dari masing-masing grup. Dewan juri mengumumkan bahwa HMJ Ilmu Sosial Politik (ISP) pemuncak atas semua grup, dengan poin 88,72. Selanjutnya, HMJ Sosiologi (85,95), HMJ Pendidikan Ekonomi (85,25), BEM Universitas (84,35), HMJ Sejarah (84,00), dan UK Kerohanian (82,00).
Sesrita selaku delegasi HMJ ISP mengatakan bahwa prinsip utama timnya adalah menjunjung prinsip rendah hati. "Niat karena Allah Swt, juga rendah hati, sehingga melalui ajang ini, generasi muda dapat menyampaikan aspirasi untuk negara," ungkapnya. Harapan Sesrita terkait pemenang debat konstitusi hari kedua adalah agar menjadi wakil generasi muda yang kritis menyampaikan aspirasinya.
Wahib Assyahri, selaku delegasi BEM UNP berharap pascadebat dilaksanakan dapat menambah ilmu terkait konstitusi, serta menambah pemahaman tentang politik. "Dengan mengikuti debat, kita bisa memahami lebih dalam tentang konstitusi dan politik," harapnya.
Berkenaan menang dan kalah, Junaidi selaku pembina menyampaikan bahwa dalam setiap perlombaan ada menang dan kalah. Junaidi menegaskan tim yang kalah jangan merasa tidak mampu. "Kita semua telah berjuang dan melakukan yang terbaik," jelasnya.
Penulis : Fitri Wijaya*
Editor : Dwi Suharadita*
Komentar (1)