Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan sebuah sistem yang didukung oleh software, hardware, data, dan sumber daya manusia yang dapat digunakan untuk memasukkan, memanipulasi, menganalisa, dan menampilkan segala informasi yang berhubungan dengan data spasial. Penjelasan ini disampaikan oleh Dr. Eng. Ilham Alimuddin, S.T., MGIS., dalam materinya pada kuliah umum Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Padang (UNP) di Ruang Standar Fisika UNP, Selasa (6/10).
Dalam acara yang bertema Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Remote Sensing dalam Pemantauan dan Mitigasi Bencana tersebut, Ilham yang merupakan Dosen Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin ini mengungkapkan bahwa SIG juga memungkinkan untuk memproyeksikan bumi menjadi sebuah bidang datar. Oleh karena itu, belajar SIG tidak bisa jauh dari peta. "Dengan mengetahui peta, kita bisa mengetahui koordinat semua lokasi, itulah kunci dari SIG," ujarnya.
Lebih lanjut, Ilham yang juga merupakan alumnus Program Doktor Chiba University ini mengungkapkan bahwa tidak hanya membuat peta, SIG juga dapat membangun basis data. Sehingga bisa melakukan analisis pada lahan tertentu, termasuk kawasan yang terkena bencana. Menurutnya, gempa tektonik yang diikuti oleh tsunami di Aceh dan wilayah sekitarnya pada 2004 lalu mendatangkan berkah tersendiri bagi pengembangan SIG. "Karena orang mulai sadar betapa pentingnya disiplin ilmu ini dalam mitigasi bencana," ungkapnya.
SIG sendiri juga dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang ilmu, seperti geografi, survei dan potogrometri, militer, sains bumi, dan matematika spasial. Semua bidang tersebut menggunakan SIG sebagai tools. "Pada dasarnya, SIG memungkinkan kita untuk melakukan pemetaan berbasis komputer," katanya.
Selain melalui foto udara dan satelit, Ilham mengungkapkan bahwa sumber data spasial SIG yang dapat digunakan adalah remote sensing. Remote sensing bisa mendapatkan data yang berkaitan dengan SIG dan memungkinkan kita untuk membaca data tanpa menyentuhnya.
Aplikasi SIG dan remote sensing, selain memetakan penyebaran titik-titik gempa di muka bumi, juga dapat digunakan untuk mengevaluasi penurunan permukaan tanah akibat pengambilan air tanah yang berlebihan dan pembebanan oleh pembangunan di atasnya.
Penulis: Fakhruddin Arrazzi*
Editor: Novarina Tamril
Komentar (0)