Seminar Generasi Muda Peneliti (Simuti) yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Ilmiah dan Penelitian Mahasiswa dimeriahkan oleh komunitas bahasa isyarat Jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB), Minggu (4/10). Acara tersebut dilaksanakan di Ruang 403-404 Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang.
Komunitas bernama Sign Languange Community (SLC) ini didirikan sejak tahun 2012 oleh Rangga Revanando, mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Biasa TM 2012.
Rangga, yang juga merupakan Ketua SLC mengatakan, bahasa isyarat tidak hanya digunakan oleh mereka yang memiliki kekurangan, namun juga dapat ditampilkan jadi sebuah hiburan. "Bagi kita orang awam, bahasa isyarat ini merupakan bahasa yang efisien digunakan dalam beberapa kondisi tertentu," ungkapnya.
Lebih lanjut Rangga mengatakan, mempelajari bahasa isyarat tidak semudah mempelajari bahasa pada umumnya. Salah satu kesulitan bahasa ini yaitu tuntutan untuk menghafal huruf yang diikuti dengan gerakan. Kesulitan kedua yaitu kebosanan, karena jika sudah hafal satu gerakan akan malas untuk mengulanginya kembali. "Seperti ilmu lainnya, jika tidak diulang kita akan lupa dan gerakan tangan akan kaku," ujarnya.
Meski sempat mengalami kemunduran, namun komunitas ini sudah banyak mengisi acara-acara seminar. SLC juga direncanakan akan dikembangkan ditingkat fakultas nantinya. Rangga berharap, semoga SLC ini menjadi komunitas pelopor untuk mereka yang terlahir cacat. "Dengan bahasa isyarat, marilah kita (mencoba) mengerti mereka yang memiliki kekurangan," tutup Rangga.
Penulis: Maida Yusri*
Editor: Novarina Tamril
Komentar (0)