Rabu sore (30/9), Syafril (64) sedang berkeliling di Monumen Korban Gempa 30 September 2009 yang terletak di depan Taman Melati Padang. Di bagian tengah monumen itu, terdapat sebuah prasasti yang ditandatangani oleh Andreas Sofiandi, Ketua Himpunan Bersatu Teguh, sebagai pemrakarsa dan Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si., sebagai Walikota Padang saat itu. Di depan bagian prasasti terdapat empat tugu yang berisi daftar nama korban gempa. Sambil menunjuk ke arah salah satu tugu, Syafril menceritakan kejadian enam tahun lalu yang merenggut nyawa anak keduanya. "Nama anak saya Merri Seprianti. Namanya juga diukir di tugu ketiga, nomor tiga dari atas," imbuhnya.
Pada hari naas itu, Syafril sedang dalam perjalanan dari Solok ke Padang. Pada saat gempa terjadi, dia masih berada dalam bus. Ketika sampai di Padang, jam menunjukkan pukul sembilan malam. "Saya langsung mengumpulkan semua anggota keluarga saya," ujar Syafril. Namun hingga sampai tengah malam, ada salah seorang anaknya yang tidak pulang. Ternyata, pada paginya, baru diketahui anaknya sudah berada di Rumah Sakit Dr. Reksodiwiryo. Anaknya meninggal ditimpa reruntuhan gerbang Plaza Andalas. "Sebagai orangtua, saya sangat sedih kehilangan anak saya. Bagaimana tidak! Hilang harta bisa dicari, namun tidak dengan nyawa," ungkapnya.
Semenjak kejadian itu, Syafril selalu mengunjungi Monumen Korban Gempa setiap tahunnya. "Dengan begini, saya dapat mengenang anak saya. Memanjatkan doa untuknya," jelasnya.
Jika Syafril kehilangan anaknya, lain halnya dengan Heri (31). Saat gempa terjadi, Ia baru saja pulang dari tempat kerjanya di Jalan Gereja, Padang. Waktu itu, jalan sangat macet dan ia mengendarai motor. "Saya langsung tancap gas," ujarnya. Beruntung bagi Heri. Walaupun kawasan Pondok, tempat dia tinggal, pada saat itu sangat kacau karena di sana sini terjadi kebakaran, namun tidak ada anggota keluarganya yang meninggal. Meskipun begitu, peristiwa itu sangat berbekas di hatinya. "Mudah-mudahan, Kota Padang kian maju perekonomiannya,"harapnya.
Penulis: Fakhruddin Arrazzi*
Editor: Fitri Aziza
Komentar (0)