Siang itu, matahari sedang terik di atas kepala, lalu lalang di Depan Gedung LPMP Sumatra Barat pun tengah ramai oleh pengandara kendaraan bermotor serta beberapa pejalan kaki, Rabu (9/9). Terlihat delapan orang dengan badan yang dipenuhi cat perpaduan warna merah, putih, dan biru serta tulisan UKT Gagal, Korban UKT. Sesekali, mereka yang merupakan mahasiswa Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) meneriakkan seruan, jangan hanya tunduk pada sebuah sistem. Dalam kegiatan tersebut, juga dibagikan selebaran yang berisi tentang problema Uang Kuliah Tunggal (UKT) di UNP. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata mereka sedang melakukan Performe Art.
Adapun tujuan dari Performe Art tersebut adalah menyadarkan mahasiswa agar hak sebagai mahasiswa UNP bisa terpenuhi. Pada kesempatan kali ini lebih difokuskan pada ketidaktepatan pembagian golongan UKT. "Sebab banyak teman-teman yang dari kalangan rendah ber-UKT tinggi," ujar Agung Sefitra, mahasiswa Pendidikan Seni Rupa TM 2014. Lebih lanjut, Agung menjelaskan, banyak dari teman-temannya yang terpaksa berhenti kuliah karena tidak sanggup membayar UKT. "Teman-teman kami banyak berasal dari petani dan wiraswasta, sedangkan UKT mereka tinggi," jelasnya.
Melalui Performe Art tersebut, mereka mengharapkan agar pemerintah maupun pihak birokrat mengkaji ulang penerapan UKT di UNP. "Selain itu, fasilitas yang diberikan tidak sesuai dengan UKT yang mahal," seru Riyan Patrio, mahasiswa Jurusan Seni Rupa TM 2011.
Penulis: Meri Susanti
Editor: Wici Elvinda Rahmaddina
Komentar (0)