Sekolah Pendidikan dan Pembangunan Sosial Universitas Malaysia Sabah (SPPS-UMS) mengadakan Lawatan dan Diskusi Akademik ke UNP dan Unand selama seminggu (5-12/7). Kunjungan mahasiswa SPPS-UMS yang didampingi Rektor UMS dalam rangka menjalin kerjasama, seperti pertukaran mahasiswa, KKN yang diintegrasi dengan mahasiswa Unand, dan beberapa aktivitas lainnya.
Diskusi antar 19 mahasiswa SPPS-UMS dan perwakilan BEM UNP berlangsung di Ruang Sidang Senat UNP, Rabu (6/7). Berbagai isu pendidikan Indonesia mulai dari Pendidikan karakter dan Bidik Misi dilontarkan oleh BEM UNP. Sedangkan, mahasiswa UMS mengungkapkan adanya perbedaan lembaga untuk mendidik pengajar sekolah rendah (SD) dengan pengajar sekolah menengah. "Ada institut tersendiri yang khusus mengajarkan mahasiswa yang ingin menjadi guru sekolah rendah," ujar Ketua BEM SPPS-UMS, Mohamad Suhaimey Bin Razin, Rabu (6/7). Selain itu, ditambahkan oleh mahasiswa UMS lainnya, profesi pendidik kebanyakan dijadikan pilihan terakhir bagi orang-orang di sana. "Lebih diutamakan bagi mereka sudah mencapai batas umur 24 tahun, sedangkan ia belum mempunyai pekerjaan," katanya.
Tomi Devisa, Presiden BEM UNP Periode 2011 merespon baik adanya perjanjian ini. Kedatangan mahasiswa SPPS-UMS merupakan langkah awal untuk melanjutkan kerja sama dalam bentuk yang lebih luas. Ia berharap, semua rancangan yang telah didiskusikan dapat diaplikasikan dengan lancar. "Apalagi, antara Indonesia-Malaysia itu serumpun, tentu banyak kesamaan yang bisa dibagi," ujarnya, Rabu (6/7). Dedi
Komentar (0)