Berita

Strategi Membaca dan Menulis

Hari ketiga pelaksanaan Gerakan Indonesia Membaca-Menulis berlanjut, Rabu (26/8). Materi pertama dibuka oleh Nafiul Haris, seorang penulis bebas, lelaki muda kelahiran 1992.

Menurut Haris, menulis sama halnya dengan mereka ulang apa yang telah terjadi. Ia menambahkan, menulis itu sederhana, sama dengan menjelaskan apa yang telah kita alami. "Buatlah definisi sendiri tentang menulis menurut kita masing-masing," ungkapnya.

Selanjutnya, Alumnus Hubungan Internasional, Fisipol, Universitas Wahid Hasyim Semarang ini menambahkan, untuk memulai menulis langsung saja dan jangan menunda-nundanya. "Jangan takut untuk keluar dari zona nyaman," ujarnya.

Haris memberikan beberapa tips agar tulisan kita dimuat di media cetak, di antaranya sebelum menulis banyaklah membaca dan menjadi seorang penulis harus menguasai banyak tema. "Jangan hanya sebatas teks tapi juga di luar teks," himbau pemuda asal Semarang tersebut.

Setelah itu, ia menyarankan, sebelum mengirimkan tulisan yang telah dibuat tersebut sebaiknya mendiskusikan terlebih dengan orang lain agar meminimalisir kesalahan. "Setelah tulisan masuk media jangan cepat puas lagi. Teruslah menulis agar tetap produktif," pungkasnya.

Penulis: Wici Elvinda Rahmaddina

Editor: Rizka Wahyuni

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Wici Elvinda Rahmaddina
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter SKK Ganto UNP
Diedit & Diverifikasi oleh: Rizka Wahyuni (Editor Redaksi)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.