Gerakan Indonesia Membaca-Menulis (GIMM) Tingkat Nasional Tahun 2015 ini merupakan GIMM pertama yang diadakan oleh Pusat Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senin-Sabtu (24-29/8). Selaku Penanggung Jawab, Dra. Yeyen Maryani, M.Hum. berharap GIMM ini tidak hanya di tingkat nasional saja, tapi hendaknya kegiatan serupa ini bisa berlanjut sampai tingkat lain bahkan kecamatan.
Peserta berasal dari 32 provinsi ini, masing-masing diwakili oleh satu orang siswa, mahasiswa, dan guru. Akan dinilai dari peserta yaitu 10% tes pemetaan kompetisi menulis, 60% penugasan menulis bengkel dan mandiri, 10% presentasi hasil menulis mandiri, dan 20% keaktifan dan kedisiplinan. Nantinya, 3 orang siswa, mahasiswa, dan guru dengan nilai tertinggi mendapatkan penghargaan. Sementara hasil tulisan terbaik dari semua peserta akan dijadikan antologi.
Tidak hanya sampai di situ, Yeyen menegaskan bahwa peserta yang mengikuti GIMM ini, adalah orang-orang beruntung yang dipilih untuk menjadi penyambung tangan dan pegiat kepada masyarakat tentang literasi ini. "Tentunya nanti akan difasilitasi," ungkapnya, Selasa (25/8).
Untuk itu, ia menambahkan, peserta harus punya semangat dan integritas untuk memunculkan kepada masyarakat rasa cinta membaca-menulis. Di antaranya dengan mensosialisasikan apa yang telah dilakukan peserta GIMM, melakukan gerakan literasi, dan menimbulkan kelompok-kelompok pencipta baca-tulis. Ia berharap, peserta GIMM dapat menularkan hal tersebut kepada orang lain. "Generasi pertama harus jadi teladan. Tunjukkan hebat," tukasnya.
Penulis: Wici Elvinda Rahmaddina
Editor: Neki Sutria
Komentar (0)