Pusat Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan gelar pembukaan Gerakan Indonesia Membaca-Menulis (GIMM) Tahun 2015. Acara berlangsung di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Senin-Sabtu (24-29/8). GIMM ini diikuti oleh siswa, mahasiswa, dan guru perwakilan dari masing-masing provinsi di Indonesia. Acara di buka langsung oleh Kepala Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Dr. Mahsun. M.S..
Dalam sambutannya, Mahsun mengatakan, membaca dan menulis atau literasi adalah satu kesatuan, tidak hanya membaca saja tetapi juga harus ada gerakan menulis. "Membaca dan menulis adalah dua hal yang terpadu," jelasnya, Senin (24/8). Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar agar tidak menjadi manusia purba atau prasejarah yang hanya mengetahui bahasa lisan saja. Karena sejak dulunya manusia telah menggunakan bahasa lisan, sedangkan membaca dan menulis adalah aspek yang tidak bisa dipisahkan di kehidupan sekarang. "Untuk mengukuh derajat manusia peradaban," ungkapnya. Ia menambahkan, nantinya peserta baik dari siswa, mahasiswa, dan guru akan bertanding untuk menguatkan bahasa kegiatan literasi itu.
Sebagai salah seorang peserta dari mahasiswa, Nurdahlia yang secara simbolis mewakili mahasiswa saat penyematan kartu peserta oleh penanggung jawab kepanitiaan, Dra. Yeyen Maryani, M.Hum.. Mahasiswa program studi Sastra Indonesia, Universitas Halu Oleo mengatakan, saat ini semangat menulis mahasiswa sangat kurang bahkan banyak yang copy paste. Ia berharap setelah kegiatan ini bisa mengajak orang-orang terdekatnya untuk meluangkan waktu membaca. "Semoga semangat mahasiswa untuk menulis semakin baik," ujar perempuan asal Sulawesi tersebut.
Penulis: Wici Elvinda Rahmaddina
Editor: Neki Sutria
Komentar (0)