"Kami peserta PKKMB FIS 2015 meminta maaf kepada teman-teman semua atas ketidakdisiplinan kami. Dan perilaku ini tidak pantas dicontoh."
Demikian sebentuk kalimat yang diucapkan serentak oleh sekitar 20-an mahasiswa baru (maba) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Padang (UNP) dihadapan ratusan teman-temannya pada hari kedua Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FIS di pelataran parkir FIS UNP, Jumat (21/8). Kegiatan PKKMB FIS hari kedua ini dimulai pukul 07.00 WIB. Akan tetapi, maba sudah dikumpulkan pukul 06.30 untuk pengecekan kelengkapan atribut PKKMB.
Salah seorang Komisi Disiplin FIS, Satria Oktavianus menyebutkan, ada lebih dari 100 orang maba yang terlambat. Padahal sehari sebelumnya panitia sudah mengatakan bahwa kegiatan akan dilaksanakan pukul 06.30 WIB. Satria menambahkan, batas keterlambatan bagi maba yaitu pukul 06.45, dan bagi mereka yang terlambat akan dipisahkan dari barisan. Setelah ditertibkan, maba yang terlambat diminta mengambil sampah dedaunan yang berguguran di sekitar taman FIS. "Tujuannya agar lingkungan sekitar FIS terlihat bersih dan nyaman dipandang mata," ujarnya. Setelah itu mereka akan dibariskan dihadapan teman-temannya yang tidak terlambat untuk mengakui kesalahan dan memohon maaf.
Lebih lanjut, Satria menambahkan, sanksi yang diberikan kepada maba ini sudah terlebih dahulu dibicarakan dalam rapat panitia. Tujuan sebenarnya bukanlah memberikan sanksi, tetapi mengajarkan kepada maba untuk berani jujur mengakui kesalahan yang mereka perbuat. Ini alasan mengapa sanksi yang diberikan berupa memungut sampah. "Yang terpenting adalah mereka sadar akan kesalahan mereka dan mengakuinya. Kejujuran itu yang sebenarnya sulit untuk diungkapkan," jelasnya.
Ada beberapa alasan keterlambatan maba menghadiri pelaksaan PKKMB FIS hari kedua ini. Di antaranya, hujan yang terjadi pagi tadi, rumah jauh, dan beberapa alasan lainnya. Salah satu maba yang terlambat, Novira Aznur mengaku bahwa ia terlambat karena bensin motornya habis, sehingga harus mengantre di pom bensin terlebih dahulu. Vira menambahkan, dirinya mengaku salah, dan untuk sanksi yang diberikan ia tidak mempermasalahkan dan menerimanya. "Hukumannya masih standar, jadi tidak apa-apa," ujarnya.
Penulis: Dwi Suharadita*
Editor: Wici Elvinda Rahmaddina
Komentar (0)