Universitas Negeri Padang (UNP) melakukan serah terima mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK) dengan Dinas Pendidikan Kota Padang, Rabu (19/8). Serah terima yang dilakukan di GOR UNP ini dihadiri pihak Unit Program Pengalaman Lapangan (UPPL) UNP, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Padang, dan Kepala SMP dan SMA yang menjadi tempat praktik mahasiswa UNP.
Pada saat pembukaan, Kepala UPPL UNP, Dr. Marjohan, M.Pd. Kons., mengatakan bahwa minat mahasiswa untuk PPLK di Kota Padang pada semester Juli-Desember 2015 sangat tinggi, mencapai 899 orang dari total 2.200 mahasiswa yang mendaftar. Bahkan banyak yang tidak mendapat tempat di Padang, kemudian memohon kepada UPPL sampai-sampai membawa keluarga. Namun, permintaan itu tidak bisa dikabulkan semua. Menurut Marjohan, memang banyak sekolah yang ada di Kota Padang, tetapi perguruan tinggi lain juga mengirim mahasiswanya untuk PPLK ke sekolah-sekolah tersebut. Di samping itu, mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) UNP juga melakukan praktik mengajar di sekolah, sedangkan mahasiswa S-1 tidak diperkenankan mengajar satu sekolah dengan mahasiswa PPG.
Selanjutnya, Marjohan mengatakan bahwa untuk semester depan mahasiswa PPLK tidak akan sebanyak semester ini. Sebab, semester depan mahasiswa yang PPLK hanya sisa dari mahasiswa TM 2012 yang tidak bisa mengikuti PPLK semester ini dan mahasiswa senior yang belum mengambilnya. Sementara itu, mahasiswa TM 2013 tidak akan mengikuti PPLK, sebab dalam kurikulumnya, mata kuliah tersebut sudah dihapuskan. Sebagai gantinya, mahasiswa TM 2013 program studi pendidikan yang memakai kurikulum berbasis KKNI akan magang ke sekolah. "Mereka di sekolah tidak mengajar, melainkan hanya mengamati guru mengajar," kata Marjohan.
Marjohan pun berharap mahasiswa PPLK UNP dapat praktik dengan baik sehingga mendukung proses pembelajaran di sekolah. Marjohan juga senang bila mahasiswa nanti diberi kesempatan yang banyak dalam mengajar di sekolah. "Prinsip kami adalah latihan. Semakin banyak mahasiswa mengajar, semakin banyak diberi kesempatan, maka semakin halus (mantap) penampilannya," ujar Marjohan.
Dra. Maswita, M.Pd., Kons., yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang pada acara tersebut meminta mahasiswa PPLK yang akan menjadi guru agar menjadi contoh dan teladan bagi siswa serta juga harus disiplin. Kedisiplinan, menurut Maswita, merupakan indikator seorang guru profesional.
Selanjutnya, Maswita juga meminta mahasiswa PPLK untuk dapat menerapkan empat kompetensi guru dalam mengajar, yakni kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, dan kompetensi profesional. Keempat kompetensi tersebut saling berkaitan satu sama lain dan tidak bisa dilepaskan. Keempatnya harus diimplementasikan dan menjadi "pakaian sehari-hari" seorang guru. Contohnya, kompetensi sosial. "Bagaimana caranya guru mengajar bila tidak mengenal peserta didik?" kata Maswita
Komentar (0)