English Debating Comunity (EdeC) Universitas Negeri Padang (UNP) selenggarakan Lomba Regional Debat Berbahasa Inggris tingkat universitas dan SMA se-Sumatra atau Regional English Debating Championship (REACH) 2015. Acara berlangsung di Gedung Fakultas Bahasa dan Seni UNP, Selasa-Kamis (29-31/7).
Lomba debat ini menggunakan aturan internasional, yaitu untuk tingkat universitas menggunakan sistem debat British Parliamentary dengan satu tim terdiri atas dua orang mahasiswa dan dalam satu ruangan terdiri atas empat tim. Sedangkan, untuk tingkat SMA menggunakan sistem debat Asian Parliamentary dengan satu tim terdiri atas tiga orang pelajar dan dalam satu ruangan terdiri atas dua tim. Namun, karena peserta tidak sesuai dengan yang ditargetkan, akhirnya sistem debat pun diubah. Sehingga lomba debat tingkat universitas dan SMA pun digabung dengan menggunakan sistem debat Asian Parliamentary.
Hal ini diungkapkan panitia inti REACH 2015, Zatalinia. Ia mengatakan bahwa awalnya target untuk SMA adalah 16 tim, sedangkan untuk universitas 28 tim. Tetapi hingga hari pelaksanaannya yang mendaftar untuk SMA sebanyak 13 dan perguruan tinggi hanya 6 tim.
"Jauh sekali dari ekspetasi awal. Hal itulah yang menyebabkan pelaksanaan lomba antara universitas dan SMA digabungkan. Jadi untuk peserta dari universitas dikecurutkan menjadi 4 tim dan ditambah SMA sebanyak 13 tim menjadi 17 tim," jelas mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris TM 2011 itu, Rabu (29/7).
Zatalinia menambahkan, untuk melakukan lomba debat tentunya tidak bisa ganjil, maka diadakan satu swing team atau tim pengganti guna melengkapi menjadi 9 pasang tim. "Swing team ini gak ikut lomba, hanya untuk mnggenapkan saja," tuturnya.
Walau demikian, Zatalinia mengatakan bahwa untuk penilaian nantinya tetap akan dipisahkan antara universitas dan sekolah. "Kan gak adil, kemampuannya tentu berbeda," ujarnya.
Penulis: Wici Elvinda Rahmaddina
Editor: Yola Sastra
Komentar (0)