Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKTP) Sumatra Barat adakan acara Sosialisasi Pencegahan Radikalisme dan Terorisme untuk Kalangan media massa dan humas yang telah disetujui oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Pusat di Hotel Pangeran Beach Padang, Kamis (9/7).
Ketua Komisi Hukum Dewan Pers, Stanley Adi Prasetyo, dalam penyampaian materi yang berjudul Panduan Meliput Terorisme mengatakan ada simbiosis mutualisme antara media massa dan terorisme. Karena pada aplikasinya, kedua belah pihak memerlukan satu sama lain dalam sebuah hubungan yang saling menguntungkan. "Aksi terorisme untuk meningkatkan oplah dan terorisme dapat menyampaikan pesan," jelasnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa meliput dan memberitakan terorisme adalah bagian dari perang terhadap terorisme. Penanggulangan terorisme adalah masalah bersama. Pers harus mengingatkan dan membantu menemukan akar-akar terorisme di masyarakat.
Hal ini berkait dengan realitas bahwa terorisme merupakan tindak kejahatan yang berlawanan dengan kemanusiaan. Namun, idealnya proses liputan tersebut hendaknya tetap berdasarkan kepada falsafah dasar jurnalisme yang mengedepankan aspek manfaat yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. "Liputan yang berdasarkan pada kebenaran dan informasi yang sifatnya jelas, utuh dan tidak terpotong-potong," paparnya.
Penulis: Meri Susanti
Editor: Rizka Wahyuni
Komentar (0)