Hari ketiga pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang yang dilaksanakan di Ruang Perkuliahan Lantai 4 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP) berlangsung cukup lengang. Selain jumlah peserta yang makin menipis karena sudah banyak yang selesai pada dua hari sebelumnya, peserta juga memilih untuk datang pada jam saat tim mereka tampil saja.
Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Umi Nurlaili, salah seorang mahasiswa dari STKIP PGRI yang mengikuti PKM. Umi mengatakan bahwa mereka datang saat perkiraan tim mereka akan tampil. Hal ini untuk mengurangi kelelahan lama menunggu karena hari ini adalah hari pertama puasa. "Walaupun puasa, kami tetap ingin semangat, karena itu kami mengantisipasinya dengan datang pada saat akan tampil," ungkapnya, Kamis (18/6).
Hal senada juga diungkapkan oleh Oja, mahasiswa UNP. Menurutnya, karena hari ketiga Monev ini adalah hari puasa, ia memilih untuk menyiapkan tenaga dan semangat dengan datang saat akan tampil. "Panitia juga membolehkan hal seperti itu, jadi ya tidak masalah," ungkapnya.
Berbeda dengan Umi, Egi Aprianda mengatakan bahwa sebenarnya ia agak keberatan dengan pelaksanaan Monev di hari pertama puasa. Menurut Egi, tidak masalah jika Monev diadakan pada bulan puasa, namun tidak pada hari pertama puasa. "Hari pertama puasa seharusnya bersama keluarga," katanya.
Menanggapi hal itu, Ketua Pusat Pengembangan Ilmiah dan Penelitian Mahasiswa (PPIPM), Khoirul Ihkwanudin yang berperan sebagai panitia Monev mengatakan bahwa jadwal ini adalah ketentuan dari Dikti. Tidak ada sedikitpun wewenang dari universitas untuk mengaturnya. Khoirul menambahkan bahwa adanya Monev di bulan puasa ini setidaknya akan menambah nilai puasa orang-orang tersebut. "Kan jadi dua ibadahnya, puasa juga, Monev juga, jadinya dobel," ungkap Khoirul dengan logat Jawa-nya yang kental.
Penulis: Rizka Wahyuni
Editor: Wici Elvinda Rahmaddina
Komentar (0)