Pasca tertabraknya Eka Sofiadita, mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) oleh kereta api jurusan Padang-Pariaman, Minggu (14/6) masih menyisakan duka bagi keluarga. Jenazah Eka yang dimakamkan di kampung halamannya di Alahan Panjang dihadiri oleh teman-teman Eka dari Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNP, Pembantu Dekan (PD) III FIP UNP, Ketua Jurusan AP, dan beberapa dosen AP. Namun tidak ada perwakilan dari PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) ke rumah duka tersebut.
Ketua Jurusan AP, Dr. Ahmad Sabandi, M.Pd., yang mengikuti proses pemakaman hingga akhir mengatakan bahwa sebelum pulang, pihak keluarga sempat mengatakan kekecewaan mereka karena tidak adanya perwakilan dari PT KAI ke rumah mereka. Pihak keluarga juga meminta tolong kepada jurusan untuk mengatakan kepada pihak PT KAI agar datang dan mengucapkan turut berduka cita. Pihak keluarga sendiri tidak meminta adanya tanggung jawab, namun hal tersebut lebih sebagai rasa kemanusiaan.
Pihak Jurusan AP, bersama dengan PD III FIP dan ditemani oleh anggota Polsek Padang Utara telah pergi menemui PT KAI untuk menyampaikan hal tersebut. Namun, pihak kereta api mengatakan bahwa pergi ke rumah duka tidak termasuk dalam SOP kecelakaan. Selain itu, mereka juga telah melimpahkan kasus ini ke pihak asuransi, sehingga untuk santunan dari perusahaan sendiri tidak ada. "Saya tidak tahu lagi bagaimana menyuruh mereka datang, sudah saya sampaikan tapi itu jawaban mereka," ungkap ketua Jurusan AP ini saat diwawancarai di ruangannya, Kamis (18/6).
Penulis: Rizka Wahyuni
Editor: Wici Elvinda Rahmaddina
Komentar (0)