Perihal tersebarnya foto nahas korban yang tertabrak kereta api jurusan Padang-Pariaman, Minggu (14/6) sangat disayangkan oleh Ketua Jurusan (Kajur) Administrasi Ilmu Pendidikan (AIP) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang (UNP). Foto Eka Sofiadita, yang merupakan salah seorang mahasiswa AIP ini tersebar luas di media sosial, bahkan ada yang menjadikan foto tersebut sebagai foto profil di akun Blackberry Messenger (BBM) dan facebook mereka.
Ketua Jurusan AIP, Dr.Ahmad Sabandi, M.Pd., mengatakan bahwa tersebarnya foto yang memperlihatkan kondisi tubuh korban usai kecelakaan tidak dibenarkan. Selain tidak sesuai dengan etika, itu juga menambah pilu keluarga yang ditinggalkan. Menurutnya, boleh saja mempergunakan media sosial untuk memberitahu kerabatnya atau orang-orang terdekat korban mengenai kecelakaan yang dialaminya, namun tidak dengan memampang foto korban yang memprihatinkan itu. "Kan mereka bisa memampang foto KTM saja, itu sudah sangat mewakilkan, atau bila mau ambillah foto wajahnya di facebook, jangan yang memprihatiknakan itu," ungkapnya, Kamis (18/6).
Sebenarnya, Ahmad sendiri mengakui bahwa media sosial juga tidak bisa disalahkan terkait kasus ini. Dirinya sendiri mengetahui bahwa mahasiswanya tersebut mengalami kecelakaan karena peran media sosial juga. "Saya ditelepon oleh Pembantu Dekan III FIP UNP yang mengatakan bahwa korban kecelakaan adalah anak AIP, beliau sendiri tahu dari facebook anaknya, jadi secara tak langsung media sosial juga membantu," ungkapnya.
Terkait hal itu, Ahmad mengimbau agar siapapun yang menggunakan media sosial, agar lebih berhati-hati dan berpikir apa yang dilakukan di akun tersebut. "Berpandai-pandailah dan pikirkan, apakah yang kita buat di media sosial itu akan berdampak baik atau buruk," katanya.
Penulis: Rizka Wahyuni
Editor: Wici Elvinda Rahmaddina
Komentar (0)