"Wanita adalah tiang negara. Jika ingin membangun negara, lindungilah wanita. Jika ingin menghancurkan negara, hinalah wanita," begitulah kata-kata sang moderator dalam memandu Talkshow Nasional Intelektual dengan tema Peran Perempuan dalam Membangun Peradaban Bangsa.Talkshow ini diadakan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Padang (UNP) di Aula Fakultas Ilmu Pendidikan Lantai 4, Sabtu (23/5). Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini terdiri dari dua agenda, di antaranya sayembara penulisan esai perempuan berkarya dan talkshow yang merupakan rangkaian dari UNP Fair 2015. Talkshow ini dihadiri oleh Perwakilan dari Pembantu Rektor III, Presiden BEM, dan Sektretaris Jenderal BEM UNP.
Selaku ketua pelaksana, Mulya Rahma mengatakakan bahwa perempuan mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam peradaban bangsa. Perempuan adalah sebagai tempat madrasah untuk putra dan putrinya "Kita harus mengingat kembali kedudukan perempuan untuk peradaban bangsa," himbaunya.
Talkshow ini dibuka langsung oleh Presiden BEM UNP, Galant Victory. Galant mengatakan, kondisi perempuan untuk masa sekarang perlu diperhatikan, karena paradigma dan aktivitas perempuan masih terbatas dari pada laki-laki. "Hendaknya perempuan dan laki-laki harus seimbang dalam berkarya, karena perempuan merupakan salah satu pembangun untuk Indonesia maju" harapnya.
Dalam pelaksanaannya, talkshow ini mendatangkan dua pemateri, yaitu Dr. Taufina Taufik, M.Pd. seorang Pakar Pendidikan Perempuan UNP dan Dra. Irfah, M.Pd. seorang Kepala Bidang Kementerian Pemberdayaan Perempuan Sumatra Barat.
Irfah dalam memaparkan materi tentang Siapakah Perempuan. Ia menjelaskan, perempuan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu Mpu yang artinya diagungkan atau dihormati sedangkan wanita berasal dari kata Bannita yang artinya pelampiasan hawa nafsu. Irfah menambahkan, masyarakat di Minangkabau yang menganut sistem matrilinear telah mengangkat harkat dan martabat perempuan secara manusiawi karena perempuan adalah bundo kanduang dan anak gadisnya limpapeh rumah gadang.
Dalam penutupan talkshow ini, diumumkan tiga pemuncak sayembara dan dua puluh karya terbaik sayembara penulisan esai perempuan berkarya yang akan dibukukan. Pemuncak tersebut di antaranya Gusdanela dengan judul "Perempuan Sebagai Kekuatan Guru Peradaban", Fitri Wijaya dengan judul "Peduli Sebagai Model Utama Kaum Perempuan dalam Menyukseskan Anak Bangsa", dan Nana Fauzana Azima dengan judul "Dia Bentengi Negeri dengan Satu Goresan Pena".
Penulis: Windy Nurul Alifa
Editor: Wici Elvinda Rahmaddima
Komentar (0)