Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (Basindo) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) adakan Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Perpustakaan, Sabtu (23/5). Seminar yang dihelat di Teater Tertutup FBS itu, menghadirkan Prof. Dr. Suminto A. Sayuti dari Universitas Negeri Yogyakarta dan Dr. Laksmi, M.A. dari Universitas Indonesia sebagai pembicara utama. Di samping itu juga ada 40 pembicara lainnya sebagai pemakalah pendamping.
Sekitar 200 orang peserta hadir dalam seminar itu. Selain itu, seminar juga dihadiri oleh Pembantu Rektor I UNP, Dekan FBS, Ketua Jurusan Basindo, dan para Staf Pengajar Basindo.
Ketua pelaksana acara, Dr. Yenni Hayati, S.S., M.Hum., dalam laporannya mengatakan, latar belakang seminar ini adalah adanya pemikiran bahwa bahasa, sastra, dan perpustakaan berperan penting dalam pembentukan karakter bangsa. Penggunaan bahasa yang tepat dalam konteks yang tepat akan mencerminkan penutur berkarakter baik. Begitu juga dengan karya sastra yang mengasah kepekaan terhadap kondisi sosial. Selain iu, perpustakaan merupakan titik sentral akumulasi pengetahuan, juga sebagai tempat mahasiswa dan peserta didik untuk mengaktualisasikan kreativitas. "Seminar ini memberikan manfaat bagi pengembangan wawasan kita bersama," kata Yenni.
Seminar tersebut terbagi atas dua sesi, yaitu seminar bersama pembicara utama dan seminar bersama pembicara pendamping. Laksmi sebagai pembicara sesi pertama menyampaikan materi dengan tajuk "Menumbuhkan Budaya Informasi melalui Lembaga Informasi", tentang upaya menyadarkan masyarakat akan pentingnya informasi. Sementara itu, Suminto menyampaikan materi bertajuk "Meng-Indonesia" yang berisi tentang masyarakat Indonesia yang tidak lagi Indonesia karena lebih mencintai budaya asing. "Masih, belum, atau sudah tidak Indonesiakah kita ini?" ujar Suminto.
Penulis: Yola Sastra
Editor: Wici Elvinda Rahmaddina
Komentar (0)