Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP akan melaksanakan seminar internasional dalam bidang pengajaran bahasa Inggris pada Selasa-Rabu (26-27/5). Seminar internasional yang bertema "Shaping the New Trends of English Teaching and Studies" ini bertujuan untuk mengkaji tentang fenomena pengajaran bahasa Inggris serta meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di sekolah menengah dan perguruan tinggi. Topik-topik seminar yang akan disajikan adalah News Trend in English Language Teaching, Linguistic and English Linguistic, Studies on English Linguistics, Literature and English Language Teaching, dan Studies on English Literature.
Hingga 21 Mei 2015, jumlah peserta yang telah mendaftar adalah sebanyak 142 orang peserta yang berasal dari 42 instansi. Panitia penyelenggara juga telah menerima sebanyak 200 abstrak. Namun, hanya 90 abstrak yang diloloskan seleksi mengingat komitmen pengangkatan acara seminar ini yaitu new trend. "Penyeleksian ini demi kualitas seminar kita nantinya," ujar Prof. Dr. Hermawati Syarif, M.Hum. selaku ketua pelaksana, Kamis (21/5).
Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Dr. Kurnia Ningsih, M.A. mengatakan bahwa seminar yang akan menjadi ajang pertemuan para ahli ini dapat dinilai sebagai sebuah pertemuan kritikus dalam mengembangkan pembelajaran bahasa Inggris. Lebih lanjut, Ning mengatakan bahwa kita sebagai akademisi harus selalu mencari trend baru dalam dunia pendidikan. "Menginovasikan hal baru dalam pengajaran bahasa Inggris, khusunya dalam ilmu kebahasaan," ujarnya.
Dekan FBS UNP, Prof. Dr. M. Zaim, M.Hum. mengharapkan agar agenda seminar ini mampu menarik masyarakat untuk mengikutinya, khususnya guru sekolah menengah. Namun, Zaim menyayangkan kebijakan dinas pendidikan yang tidak memberi kesempatan kepada para guru sertifikasi untuk mengembangkan profesinya dalam bentuk seminar. Jika guru yang bersangkutan tidak mengajar karena turut serta dalam seminar, tunjangannya akan dipotong. "Padahal banyak ilmu baru yang akan didapatkan para guru dalam seminar ini," jelasnya lebih lanjut.
Seminar yang akan dilangsungkan di Pangeran Beach Hotel, Padang, Sumatra Barat ini adalah salah satu cara untuk memperbaharui cara pembelajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah menengah. Oleh sebab itu, Zaim berharap agar dinas pendidikan tingkat daerah bisa mengubah kebijakan dengan cara mengizinkan para guru yang telah disertifikasi dapat mengikuti acara ini tanpa diberi potongan tunjangan.
Penulis: Meri Susanti
Editor: Wici Elvinda Rahmaddina
Komentar (0)