Setelah melewati proses lelang sejak dua tahun yang lalu, akhirnya pada 9 Januari 2015 UNP mendapatkan persetujuan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk membangun tujuh gedung baru. Dengan diletakkannya batu pertama oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. Mohammad Nasir, Ph.D., Ak. di Lapangan Bola Depan Gedung Rektorat Lama UNP pada Jumat (6/3), pembangunan seluas 30.250 m2 siap dilaksanakan. Proyek ini akan dilaksanakan selama 365 hari kalender.
Selaku Manajer Rekonstruksi dan Peningkatan UNP, Prof. Ganefri, Ph.D. mengatakan, dengan pembangunan seluas 30.250 m2 ini, diperkirakan UNP akan mampu menerima 45 ribu mahasiswa pada tahun 2020. Ganefri menjelaskan, pembangunan ini dilaksanakan dengan dana pinjaman dari Islamic Development Bank (IDB) lebih kurang berjumlah 29,5 juta U$D. Selain itu UNP juga memeroleh dana pendamping dari pemerintah sebesar Rp6.290.000.000. Dana pinjaman ini digunakan untuk pengembangan kampus UNP yang rusak akibat gempa pada 2009 dan peningkatan soft komponen, seperti pemberdayaan staf pengajar dan kurikulum.
Dari total dana tersebut UNP memiliki efisiensi dana mencapai Rp40 miliar. Efisiensi dana ini akan diajukan lagi proposal untuk membangun gedung kuliah, gedung Fakultas Ilmu Sosial, dan pengembangan sarana olahraga UNP.
Terkait telah disetujuinya proyek IDB ini, Rektor UNP Prof. Dr. Phil Yanuar Kiram menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Menristekdikti. Lebih lanjut ketika ditemui seusai acara, saat ditanya mengenai ketahanan gedung terkait Padang yang rawan gempa dan tsunami, Yanuar menjawab bahwa gedung yang akan dibangun merupakan bangunan yang tahan gempa. "Insya Allah, gedung ini tahan gempa hingga 10 SR," ungkapnya.
Dalam sambutannya, Mohammad Nasir mengatakan pembangunan ini merupakan proyek yang monumental bagi UNP. Oleh karena itu, bagi PT. Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor harus memperhatikan dengan seksama agar pembangunan ini berjalan sesuai rencana. Sehingga di kemudian hari tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang tidak diinginkan. "Dan bagi sivitas akademika UNP, perhatikan juga jalannya proyek ini," pesannya.
Di samping peletakan batu pertama, dalam acara ini juga dilakukan peresmian kolam renang Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Sekolah Laboratorium UNP oleh Menristekdikti. Selain itu, juga disertai pengumuman oleh Rektor UNP bahwa status UNP telah resmi menjadi Badan Layanan Umum. Fitri, Nova, Wici
Komentar (0)