Di Aula H. Mansur Dt. Nagari Basa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang, berlangsung kongres III Asosiasi Pers Mahasiswa (Aspem) Sumatra Barat, Sabtu (21/3). Acara ini dihadiri oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) se-Sumatra Barat, di antaranya Genta Andalas dari Universitas Andalas (Unand), Suara Kampus dari IAIN Imam Bonjol Padang, Lintas dari Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan (STKIP) Lubuk Alung, Surat Kabar Kampus Ganto dari Universitas Negeri Padang dan lain-lain.
Kongres ini bertujuan untuk memilih ketua dan pengurus baru Aspem selama dua tahun ke depan. Dalam kongres ini juga dilakukan pengesahan kurikulum pelatihan dasar pers mahasiswa Sumatra Barat. Sebagai bentuk pengesahan, kurikulum ini ditandatangani oleh seluruh perwakilan LPM yang hadir. Menurut salah satu pendiri Aspem, Andri El Faruqi, kurikulum tersebut dirancang secara bersama-sama dengan bantuan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang. Andri menambahkan kurikulum ini nantinya akan dijadikan acuan bagi LPM dalam mengadakan pelatihan jurnalistik tingkat dasar. Ini dilakukan untuk menghindari kesalahan pemberian materi pada saat pelatihan. "Pernah ada LPM yang mengadakan pelatihan liputan investigasi pada tingkat dasar," ucapnya, Sabtu (21/3).
Menyambung perkataan Andri tadi, Heri Faisal selaku ketua umum Aspem 2013-2015 menyebutkan rencana lebih lanjut mengenai kurikulum ini. Ia berencana mengajukan kurikulum ini ke dewan pers agar bisa direvisi dan disahkan agar dijadikan acuan pelatihan dasar jurnalistik seluruh LPM di Indonesia.
Selain itu Heri juga mengumumkan bahwa ada tiga LPM yang bergabung menjadi anggota Aspem . Ketiga LPM itu adalah LPM Stipertif dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bukittinggi, LPM Pena dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unand, dan LPM Pituluik dari Institut Seni Indonesi, Padang Panjang.
Terlepas dari itu, Heri berharap ke depannya Aspem tidak lagi membahas masalah internal Aspem, namun mengkaji masalah lebih luas lagi. Seperti masalah kriminalisasi majalah Tempo oleh Polisi Republik Indonesia yang sedang hangat dibicarakan. "Kita bisa membuat semacam sikap bersama untuk hal itu," tutupnya, Sabtu (21/3). Hera
Komentar (2)