"Turun! Turun! Turun Jokowi... Turun Jokowi, sekarang juga..."
Kutipan tersebut adalah sepenggal dari suara-suara riuh yang terdengar di sepanjang jalan Khatib Sulaiman, Padang. Pada Kamis (19/3), sekitar pukul 10.30 WIB, di depan Gedung Gubernur Sumatera Barat (Sumbar)dan Jalan Jendral Sudirman ramai oleh barisan panjang mahasiswa yang mengenakan almamater kuning dan hijau. Mereka tak sekadar memadati jalan, lagu-lagu sarat nasionalisme beserta sorak-sorai yang membakar semangat juga terdengar dari mereka. Beberapa di antaranya mengenakan ikat kepala dari kain putih yang juga diikatkan di lengan dengan bertuliskan IGD, singkatan dari Indonesia Gawat Darurat. Spanduk-spanduk dan kain putih panjang membentang, penuh dengan coretan spidol hitam juga cat pylox merah dan hitam. Semuanya berisi tulisan-tulisan yang merujuk pada Indonesia sekarang berada dalam kondisi gawat darurat.
Mereka adalah Aliansi Mahasiswa Sumbar, yang terdiri dari gabungan mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) dan mahasiswa Universitas Andalas. Bermula dari depan Gedung Gubernur, mereka melanjutkan ke arah lampu merah di depan kantor Pos Indonesia Padang. Selama aksi, mereka juga membagikan selebaran bertajuk "Kartu Indonesia Gawat Darurat (IGD)" kepada pengendara mobil dan sepeda motor, juga masyarakat sekitar.
"Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa Indonesia sedang gawat darurat," seru Jumadil Hidayatul dalam orasinya, selaku Koordinator Lapangan aksi.
Suara teriakan mereka tak berhenti hingga mereka tiba di perempatan lampu merah di dekat Kantor Pos. Di sana rombongan ini membentuk lingkaran, dan melanjutkan orasi. Spanduk-spanduk mereka bentangkan di sekeliling tempat tersebut serupa benteng pertahanan. Lagu Indonesia Raya juga sempat berkumandang, dengan posisi mereka hormat kepada bendera merah putih yang dipegang oleh seseorang yang berdiri di atas sepeda motor.
Pada aksi ini, mereka menuntut pemerintahan Jokowi-JK untuk segera menindaklanjuti berbagai permasalahan yang terjadi di Indonesia saat ini. Tengah hari ketika adzan berkumandang, sebagai pentup aksi, sebuah petisi berupa surat resmi kepada Presiden juga dilayangkan, dan langsung dikirim dari Kantor Pos. Ranti
Komentar (0)