Jurusan Geografi Universitas Negeri Padang (UNP) telah memperkenalkan teknologi terbaru pendukung pembelajaran di Lapangan Rektorat UNP, Kamis (22/1) lalu. Geografi membeli sebuah pesawat Unmanned Aerial Vehicle (UAV) tipe Aibotix X6 V2 yang merupakan pesawat UAV pertama di universitas se-Asia Tenggara. Pesawat seharga Rp2,6 milyar yang dibeli dengan menggunakan dana APBN 2014 itu disimpan di Ruang Sistem Informasi Geografi (SIG) lantai III gedung Information and Communication Technologies (ICT) UNP.
Pembelian UAV ditujukan untuk perkuliahan tentang pemetaan. Pesawat UAV bisa terbang hingga ketinggian 1 Km di atas permukaan tanah dan mengambil foto dari wilayah jajahannya dengan skala tertentu. Untuk 1 kali terbang, UAV mampu bertahan selama 8 hingga 9 menit di udara. Pengguna bisa langsung mengatur wilayah jajah dan jumlah foto yang akan diambil sebelum UAV diterbangkan. Foto yang diambil di udara selanjutnya dicetak menggunakan plotter, yakni printer dengan ukuranbesar dan hasilnya dalam bentuk sebuah peta yang disebut citra. "Citra itulah yang digunakan untuk proses pembelajaran," kata Ketua Jurusan Geografi, Dra. Yurni Suasti, M.Si., Selasa (17/2).
Namun saat ini, pesawat UAV belum dapat digunakan karena Jurusan Geografi masih melatih tenaga pendidik untuk pengoperasiannya. Menurut Yurni, dari 5 orang yang dikirim baru satu yang lulus, sehingga untuk proses pembelajaran belum dapat digunakan. Untuk ke depannya ia berharap dengan adanya teknologi baru ini praktikum tidak akan terhambat karena sebelumnya mahasiswa menggunakan foto yang diambil dari Google Maps. "Hasilnya tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan," kata Yurni.
Hal tersebut dibenarkan oleh Miftahul Hidayah, mahasiswa Jurusan Geografi TM 2012. Sebelumnya, Miftahul kesulitan dalam mencari peta untuk pembelajaran karena tidak semua peta ada di Google Maps. Ia dan teman-temannya pun harus pergi ke instansi-instansi terkait untuk mendapatkan peta yang dibutuhkan. Hal ini, kata Miftahul, memperlama waktu pengerjaan tugas. Ia juga kesulitan mencari waktu luang di tengah padatnya jadwal kuliah. "Tidak semua instansi juga mempunyai peta yang kami inginkan," ungkapnya, Rabu (25/2).
Senada dengan itu, Ardanda Marjunto, mahasiswa Jurusan Geografi TM 2011, berharap dengan adanya pesawat UAV ini akan lebih mempermudah kegiatan praktikum karena sebelumnya mereka terpaksa menggunakan foto dari internet. "Dengan adanya pesawat UAV ini semoga Geografi menjadi semakin jaya," kata Ardanda, Minggu (15/2). Kurniati
Komentar (0)