Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Genta Andalas mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) XI di Ruang Seminar Lantai 1 Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Andalas, pada Sabtu hingga Minggu (7-8/3). Acara dengan tema Lets Know The Journalism World with UKPM Genta Andalas ini merupakan rangkaian akhir dalam acara Pekan Jurnalistik VI yang dimulai pada 2-8 Maret.
Hari pertama diisi dengan materi Dasar-dasar Jurnalistik oleh Hendra Makmur, Jurnalis Media Indonesia. Selain memberikan materi, Hendra langsung mengedit beberapa berita yang ditulis oleh peserta pelatihan saat mengikuti simulasi menulis berita. Menurutnya, selain penggunaan EYD, kesalahan yang banyak dilakukan adalah pengulangan kata yang sama pada satu kalimat. Hendra mengatakan, bahasa jurnalistik adalah bahasa yang simple. "Kecuali saat mengutip undang-undang," ujarnya, Sabtu (7/3).
Lebih lanjut Hendra mengatakan, dalam berita harus digunakan bahasa jurnalistik, lugas, padat dan berisi. Selain itu, penulisan berita juga harus ada penggayaan. Jurnalis harus banyak membaca. Pada akhir acara Hendra berpesan pada peserta untuk mengevaluasi tulisannya terus menerus. Menurutnya, PJTD adalah awal berbagi. Kegiatan inilah yang akan membantu peserta untuk belajar dan membangun kebiasaan menulis.
Pada hari kedua, UKPM Genta Andalas mendatangkan Igoy El Fitra, seorang redaktur foto Antara sebagai pemateri. Igoy memberikan penjelasan mengenai foto jurnalistik yang memiliki pesan universal dan teknik pengambilan foto jurnalistik yang mengandung unsur berita.
Igoy mengatakan, foto jurnalistik merupakan foto yang mengandung nilai informatif, kehangatan, faktual, relevan dan magnitude. Foto jurnalistik juga merupakan foto yang aktualitas, berhubungan dengan berita, kejadian luar biasa, promosi, kepentingan, human interest dan universal.
Sama halnya dengan Hendra, Igoy langsung memberikan tanggapan dan saran terhadap foto-foto yang diambil oleh peserta. Menurut Igoy, foto jurnalistik yang baik itu foto yang mengandung unsur manusia. "Foto jurnalistik yang baik itu foto yang mengandung unsur manusia, walaupun hanya sekedar jari tangan," ungkapnya (8/3). Windy, Eka
Komentar (0)