Kementrian Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNP mengadakan pembukaan Desa Binaan pada Minggu (8/3). Bertemakan "KPK 45 Bergerak Untuk Masyarakat" pembukaan dilaksanakan di musala desa RT/04/RW/06/Kelurahan Balai Gadang, Padang. Desa Binaan ini dilatarbelakangi oleh perwujudan salah satu tridarma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Selain itu juga untuk memperbaiki pendidikan di daerah pinggiran kota Padang yang masih tertinggal dan dinilai belum dapat sentuhan yang layak.
Alasan Pengmas BEM UNP memilih desa RT/04/RW/06/Kelurahan Balai Gadang adalah karena dari hasil survei yang mereka lakukan, masih banyak anak-anak usia sekolah yang belum bisa membaca Al-Quran. Selain itu pekerjaan masyarakatnya hanya bertani dan berternak. Sehingga dinilai belum memiliki inisiatif untuk mencari pekerjaan yang lain.
Desa Binaan ini merupakan program kerja dari Pengmas BEM UNP yang memiliki tiga bidang yaitu pendidikan, wirausaha, dan kesehatan. Dalam bidang pendidikan, Pengmas BEM UNP menyediakan relawan yang masih merupakan anggota BEM UNP. Relawan ini akan mengajari anak-anak untuk belajar membaca Al-Quran dan pelajaran umum lainnya. Pembelajaran ini diadakan di musala setempat mulai Senin hingga Kamis. Dalam bidang wirausaha, Pengmas bekerjasama dengan Mahasiswa Tata Boga dan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik UNP untuk mengajarkan memasak dan menjahit setiap hari Minggu. Sedangkan bidang kesehatan belum dapat dijalankan karena belum ada kerja sama yang pasti dengan organisasi kemanusiaan.
Menteri Pengmas BEM UNP, Wildan Mufti mengatakan bahwa Desa Binaan ini akan berlangsung mulai 8 Maret 2015 hingga masa kepengurusan berakhir. Wildan berharap Desa Binaan ini terlaksana dengan baik dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat desa RT/04/RW/06/Kelurahan Balai Gadang. "Semoga Taman Pendidikan Al-Quran ini kedepannya dapat disahkan secara resmi oleh pihak pemerintah setempat," harapnya. Ermi
Komentar (0)