Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMJ Basindo) UNP adakan seminar jurnalistik, Kamis (19/2). Seminar yang diselenggarakan di Teater Tertutup Fakultas Bahasa dan Seni ini mengundang Reporter Trans 7 Rino Zulyandi dan Reporter dan Redaktur Edisi Minggu Harian Singgalang Lenggogeni sebagai pemateri.
Menurut ketua pelaksana acara, Gilang Alhamdina, seminar bertema Revitalisasi Daya Jurnalistik Menuju UNP Tanggap Media ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang jurnalistik. Selain itu juga untuk membuka pola pikir mahasiswa UNP bahwa menulis itu tidak sulit. "Juga mengajak kawan kawan semua untuk tanggap terhadap media," kata Gilang.
Seminar yang merupakan acara perdana pengurus HMJ Basindo Periode 2014-2015 ini, kata Gilang, dibuka untuk umum. Namun, untuk mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia TM 2014 diwajibkan untuk mengikuti karena sedang mengambil mata kuliah Pengantar Ilmu Jurnalistik. (PIJ). "Kita kerja sama dengan Bu Dewi (dosen PIJ)," tambah Gilang.
Sekitar 250 mahasiswa pun hadir pada seminar ini. Acara juga dihadiri oleh Pembantu Dekan III FBS, Ketua Jurusan Basindo, dan Ketua HMJ Basindo. Ketua Jurusan Basindo, Dr. Ngusman Abdul Manaf, M.Hum., dalam sambutannya mengatakan bahwa perkuliahan tatap muka di kelas tidak akan sempurna jika tidak diikuti dengan praktik-praktik. Untuk menyempurnakannnya, diadakan pelatihan-pelatihan, salah satunya adalah seminar jurnalistik ini. Selanjutnya, Ngusman berharap peserta seminar dapat memanfaatkan kegiatan tersebut dengan baik. "Jadikan kesempatan ini untuk belajar demi kehidupan lebih baik," kata Ngusman.
Ada pun pada sesi pertama seminar, materi disampaikan oleh Lenggogeni. Pembahasannya mengenai Surat Kabar di Era Digitalisasi. Kata Lenggogeni, saat ini merupakan zaman digitalisasi, serba online. Untuk mendapatkan informasi, masyarakat tidak perlu repot membaca koran. Dengan menggunakan smartphone sekarang masyarakat sudah dapat mengakses informasi.
Hal ini tentu menurunkan peminat media cetak. Bahkan Philip Meyer, dalam bukunya Vanishing Newspaper, mengatakan bahwa pada 2040 nanti media cetak akan punah. Namun kata Lenggogeni, kepunahan tersebut sebenarnya dapat dihindari dengan mengawinkan antara media cetak dan online. Antara teks, audio, dan visual harus diintegrasikan. "Kita harus melakukan pembaharuan," tegas Lenggogeni.
Selanjutnya, pada sesi kedua, materi seputar jurnalistik televisi disampaikan oleh Rino Zulyandi. Mulai dari fenomena televisi yang banjir akan informasi, peluang bekerja di televisi, perbedaan jurnalistik televisi dengan jurnalistik media cetak, teknik pengambilan gambar, citizen journalism, dan sebagainya.
Komentar (2)