Ai Matsuri adalah sebuah festifal cinta yang pertama kalinya digelar di Indonesia, bertempat di Taman Budaya Sumatra Barat (Sumbar), Minggu (1/2). Ai Matsuri ini bertujuan untuk mempererat hubungan Indonesia dengan Jepang terutama dalam bidang kebudayaan. Ai Matsuri digagasi oleh Hasuda Ai Sensei yang juga merupakan penari profesional Jepang.
Acara ini dihadiri oleh Gubernur Sumbar yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbar, Walikota Padang yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pariwisata kota Padang, Kepala Polisi Sumbar, Kepala Satpol PP Sumbar. Ai Matsuri ini juga dimeriahkan oleh Hasuda Ai dan Iibosi (penari profesional Jepang), Didik Nini Thowok (penari profesional Indonesia), Sanggar Syofiani (Tarian Minang), Master of Japanese Caligraphy (Shodoka), Umaku EISA (Okinawa Taiko), Diah Maisa (penyanyi minang), dan Ninja Jepang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbar, Drs. Syamsulrizal, M.M. dalam sambutannya mengatakan bahwa Jepang adalah negara yang maju dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Jepang juga sangat memelihara kebudayaannya, oleh karena itu budaya Minang juga harus dijaga dan dapat mengikuti globalisasi. Diharapkan dalam rangka pertukaran kebudayaan dua negara ini berdampak positif bagi kedua negara. Syamsulrizal juga berharap semoga dengan adanya Ai Matsuri ini dapat saling memahami kebudayaan Jepang dan Indonesia khususnya Minang. "Semoga ranah minang semakin maju," harapnya.
Hasuda Ai dalam sambutannya mengucapkan terima kasih telah mencintai budaya Jepang. Hasuda juga berharap hubungan antara Jepang dan Indonesia semakin erat. "Meskipun Jepang dan Indonesia sangat jauh, semoga dapat saling mengenal dengan baik,"harapnya.
Konsultan Jepang di Sumatra, Hamada dalam sambutannya mengucapkaan terima kasih atas kerja sama antara pemerintah Kota Padang dengan Ai Project sehingga Ai Matsuri ini dapat terlaksanakan. Hamada juga mengatakan bahwa terjalinnya kerja sama yang erat antara dua negara ini karena adanya sikap saling memahami karakteristik masing-masing. "Membina kerja sama lebih mudah dibandingkan menjaganya," ungkapnya.
Selaku ketua pelaksana, Hasnovi Dendra mengatakan bahwa inti dari Ai Matsuri ini adalah membangun kolaborasi Jepang dan Indonesia untuk menumbuhkan cinta di antara kedua negara. Dendra juga berharap dengan adanya Ai Matsuri ini masyarakat Minang lebih menyukai kebudayaan Jepang baik tarian maupun nyanyian. "Semoga tahun depan acara ini dapat digelar kembali," harapnya. Ermi
Komentar (0)