Sebuah rancangan kurikulum ditawarkan oleh Asosiasi Pers Mahasiswa (ASPEM) Sumatra Barat kepada Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang ada di Sumatra Barat. Hal ini disampaikan pada Workshop Kurikulum dan Manajemen Pers Mahasiswa, Sabtu (3/1). Workshop yang difasilitatori oleh Hendra Makmur Pemimpin Redaksi ranahberita.com, Andri El Faruqi Wartawan Tempo, dan Heri Faisal Wartawan Bisnis Indonesia ini dihadiri oleh perwakilan SKK Ganto Universitas Negeri Padang, Genta Andalas Universitas Andalas, Suara Kampus IAIN Imam Bojol, Medika STKIP PGRI Sumatra Barat, Gema Yusdisia Fakultas Hukum Universitas Andalas, SKK Lintas STKIP YDB Lubuk Alung, Galang STIE Dharma Andalas, Wawasan Proklamator Universitas Bung Hatta, Gelegar UPI YPTK Padang, dan Stipertif STIKES Fort De Kock.
Menurut Heri Faisal, Ketua Umum ASPEM, perlu adanya sebuah kurikulum bagi LPM dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Sebab, menurutnya selama ini tidak ada patokan yang jelas dalam melakukan pelatihan jurnalistik. LPM cuma ikut-ikutan saja dalam mengadakan pelatihan tanpa ada output yang jelas.
"Dengan adanya standar metode pelatihan yang jelas, nanti akan dihasilkan karya yang bagus-bagus," ujar Heri.
Ada pun kurikulum yang telah dirancang, yaitu kurikulum tentang Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar. Pada perancangan kurikulum ini dikaji tentang materi apa saja yang akan disampaikan pada pelatihan dasar tersebut. Seperti tentang kode etik jurnalistik, teknik penulisan berita, teknik wawancara, foto jurnalistik, dan materi lainnya.
"Kurikulum ini sebenarnya mengacu kepada Standar Kompetensi Wartawan. Namun bedanya, yang ini lebih disederhanakan," ujar Andri El Faruqi.
Namun, kurikulum ini belum bisa disepakati karena akan dikaji terlebih dahulu oleh pengambil kebijakan di LPM masing-masing. Setiap LPM diberikan waktu untuk mengaji, apakah rancangan kurikulum sudah bisa diterapkan atau belum. Penyepakatan kurikulum ini rencananya akan dilakukan pada 28 Januari mendatang, sekaligus juga diadakan penandatanganan MoU oleh pemimpin umum dan pemimpin redaksi tiap-tiap LPM.
Kurikulum yang telah disepakati nantinya akan dikirimkan ke Dewan Pers. "Mudah-mudahan mereka punya keinginan pula untuk menerapkan ini untuk pers mahasiswa di seluruh Indonesia," harap Heri. Sastra
Komentar (0)