Bencana Tsunami Aceh, 26 Desember 2004 lalu masih membekas di hati dan ingatan para mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pelajar Aceh (Himapac) dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Padang. Karena itu dengan mengusung tema Sejarah Sebagai Pelajaran Generasi Muda, mereka mengadakan aksi sosialisasi siaga bencana dalam rangka peringatan peristiwa 10 tahun tsunami Aceh, Jumat (26/12).
Selaku koodinator lapangan, Teuku Randa, Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif TM 2010 mengatakan bahwa aksi ini diawali dengan doa bersama selesai salat Jumat di masjid Al-azhar UNP. Setelah itu, sekitar pukul 15.00 WIB mereka meneruskan aksi sosialisasi dengan melakukan long march dari UNP dan berakhir di simpang presiden, depan tugu Adipura. Aksi ini dilengkapi dengan pembacaan puisi dan pertunjukan tari Saman oleh pelajar SMA Negeri 10 Padang yang dilakukan langsung di bundaran depan tugu Adipura.
Randa menambahkan, aksi ini juga bentuk terima kasih dari segelintir mahasiswa Aceh yang pernah menjadi korban tsunami kepada dunia, atas bantuannya kepada masyarakat Aceh 10 tahun yang lalu. Untuk itu, selain orasi mengenai pentingnya siaga bencana, dalam aksi ini mereka juga membagi-bagikan bendera kecil dari berbagai negara.
Randa berharap dengan adanya acara ini, baik masyarakat Aceh maupun masyarakat dunia tidak hanya mengeluh atas bencana yang diberikan Tuhan. Tetapi, mereka bisa mengambil hikmah yang terselip dari bencana tersebut. Sebagai korban tsunami Aceh, Randa juga menceritakan bahwa bencana yang ia alami memang banyak menyisakan duka. Namun ia dan teman-teman tidak mau terpuruk. Mereka tetap menanamkan semangat untuk masa depan. "Kami percaya cobaan dari Tuhan tidak mungkin melampaui kemampuan umat-Nya," ungkapnya. Hera
Komentar (0)