Lia Wulandari dan Annisa Ranie, Mahasiswa Jurusan Seni, Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) TM 2012 sedang membawakan Tari Nenjang Sapuluh yang berasal dari Kalimantan Tengah di Pendopo,Fakultas Bahasa dan Seni UNP, Rabu (17/12). Di hadapan mereka, tiga orang dosen tengah mengamati tarian yang disajikan. Berkostum warna merah dan hijau dengan musik khas Kalimantan Tengah mengalun dengan keras mengiringi tiap gerakan mereka.
Menurut Lia dan Ranie tarian yang mereka bawakan menceritakan tentang sebuah ritual adat di Kalimantan Tengah. Keduanya juga membawa topeng panjang dan besar sebagai pelengkap tarian. Lia menjelaskan bahwa pementasan tari ini merupakan ujian akhir semester mata kuliah Tari Nusantara yang diampuh oleh Herlianda Mansyur, S.S.T., M.Sn. dan Yuliasma, S.Pd., M.Pd..
Rani menambahkan, Mahasiswa Sendratasik TM 2012 yang terdiri dari dua kelas ini di bagi ke dalam kelompok yang terdiri dari dua orang. Kelompok-kelompok tersebut dibebaskan untuk memilih tari yang berasal dari berbagai daerah di nusantara. Rani mengungkapkan alasannya memilih Tari Nenjang Sapuluh ini karena adanya nilai tersendiri di matanya. "Tariannya memiliki keunikan," ujarnya.
Di mata Rani dan Lia, sebagai Mahasiswa Sendratasik yang mengambil Konsentrasi Tari, Tari Nusantara sendiri dipandang sebagai tari daerah yang memiliki cerita di setiap gerakannya. Cerita-cerita di tiap daerah tersebut tertuang dalam gerakan yang dihimpun menjadi tarian. Melalui ujian ini Lia mengakui bahwa mereka belajar untuk tampil di depan umum sekaligus belajar bagaimana merancang kostum untuk sebuah pertunjukan. "Kostum yang kami pakai adalah hasil rancangan sendiri, ungkapnya.
Selanjutnya, Rani dan Lia berharap melalui pementasan ini mereka bisa mengeksplorasi kemampuan mereka di bidang Tari Nusantara. "Semoga nantinya hasil ujian yang didapat memuaskan," harap mereka. Hera
Komentar (0)