Pengabdian masyarakat merupakan salah satu misi Universitas Negeri Padang (UNP) dalam menyelenggarakan tridharma perguruan tinggi. Untuk itu seluruh Dosen UNP diharuskan melaksanakan pengabdian masyarakat. Dosen dari berbagai jurusan, seperti Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Program Studi (Prodi) Ekonomi, dan Jurusan Fisika pun tampak sudah melaksakannya.
Zulfadhli, S.S., M.A., Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, bersama dengan timnya mengadakan Pelatihan Jurnalistik di Madrasah Aliyah Negeri 1 Padang pada Sabtu-Minggu (25-26/10). Zulfadhli mengatakan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengenalkan dunia jurnalistik kepada siswa. "Semoga dapat menambah wawasan siswa tentang jurnalistik," harapnya, Sabtu (25/10).
Dosen Prodi Pendidikan Ekonomi, Dra. Armida S, M.Si. juga telah melakukan pengabdian masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pengabdian dilakukan dalam bentuk penyuluhan, pelatihan, pendampingan ke koperasi atau sekolah, dan usaha kecil menengah. Sejak 2012 Prodi Pendidikan Ekonomi sudah memiliki desa binaan khusus untuk dikembangkan. "Tahun 2014 ini desa binaan berikutnya adalah Cubadak Air dan Ulakan Tapakis, Pariaman," jelasnya, Kamis (6/11).
Selain itu Dosen Jurusan Fisika Drs. Masril, M.Si. juga turut melakukan pengabdian ini. Masril memaparkan sekitar 80-90% dosen di Jurusan Fisika telah terlibat dalam pengabdian masyarakat. Adapun bentuk pengabdian ini adalah pelatihan, seperti merancang perangkat pembelajaran dan implementasi Kurikulum 2013. "Pengabdian ini termasuk dalam penilaian kampus dan akan berpengaruh terhadap akreditasi kampus nantinya," jelasnya, Rabu (5/11).
Pengabdian masyarakat terdiri atas dua jenis, yaitu pengabdian terprogram dan tidak terprogram (insidentil). Pengabdian terprogram dilaksanakan sekali dalam setahun. Sumber dananya berasal dari Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPTN) Pendidikan Tinggi yang dititipkan ke Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Pendapatan Nasional Bukan Pajak (PNBP) dari fakultas ke Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM). Adapun jenis kegiatannya adalah desa binaan, IPTEKS bagi Masyarakat atau IbM, IPTEKS Reguler (BOPTN) dan IPTEKS Reguler (PNBP). "Sedangkan pengabdian tidak terprogram misalnya tenaga ahli yang ada di UNP diminta oleh suatu instansi untuk menjadi narasumber," jelas Drs. Zalfendi, M.Kes, Ketua LPM UNP, Selasa (18/11).
Zalfendi menambahkan agar kegiatan ini berjalan efektif, dilakukan kontrol secara intensif. Ia juga mengatakan, pengabdian masyarakat di UNP mengalami peningkatan setiap tahunnya, yakni 144 kegiatan pada 2012, 224 kegiatan pada 2013, dan 298 kegiatan pada 2014. "Alhamdulillah saat ini sudah efektif dan setiap tahunnya mengalami peningkatan baik secara kualitas dan kuantitas," tutupnya (18/11). Resti*
Komentar (0)