Bertemakan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP mengadakan Pelatihan Kepemimpinan di Institut Nasional Syafei (INS) Kayu Tanam, Jumat-Minggu (28-30/11). Ini merupakan acara terakhir dari program kerja panitia Mahasiswa Bidikmisi pada semester ini. Pelatihan ini diikuti oleh 170 orang mahasiswa dari Jurusan Bahasa Indonesia, Jurusan Bahasa Inggris, Jurusan Seni Rupa, dan Jurusan Sendratasik.
Selaku ketua panitia, Dra. Afriyetti, M. Pd. mengatakan bahwa acara ini diperuntukkan hanya bagi mahasiswa penerima Bidikmisi dan lima orang perwakilan dari setiap organisasi mahasiswa. Ia menambahkan FBS memiliki moto "Strive for Excellent" yang berarti menggapai atau menjadi yang terbaik. "Kami berharap peserta nantinya dapat menerapkan jiwa kepemimpinan, baik dalam dunia kampus maupun dalam masyarakat sosial," ujarnya, Jumat (28/11).
Pemateri pada pelatihan ini adalah Prof. M. Zaim, M. Hum dengan tema Sinergitas Kegiatan Kurikuler dan Ekstrakulikuler di FBS UNP. Prof. M. Zaim, M. Hum yang sekaligus membuka acara LKMM mengatakan bahwa INS adalah sebuah kampus bersejarah di Kayu Tanam. Berawal dari cerita ketika Ki Hajar Dewantara bertemu dengan seorang Tentara Nasional Indonesia (TNI), kemudian beliau berbagi tugas dalam hal memajukan Indonesia. Kebanyakkan mahasiswa yang dibimbing oleh Ki Hajar Dewantara, mendapat posisi baik. "Contohnya ada yang menjadi seorang dokter, jenderal, novelis, dan banyak lagi alumni-alumni lainnya," ungkapnya.
Pada hari kedua diisi dengan materi tentang kepemimpinan, cara berorganisasi, dan peranan fungsi lembaga kemahasiswaan. Konsep pendidikan mahasiswa itu meliputi, kurikuler yang terdiri dari hardskill dan softskill (dalam kuliah), sedangkan ekstrakulikuler (organisasi mahasiswa). Pada hari terakhir, penutup dilakukan dengan Outbound bagi para peserta. Yuna*
Komentar (0)