Setelah sekitar tiga bulan terhenti, akhirnya pasokan air menuju Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Negeri Padang (UNP) kembali mengalir, Senin (24/11). Sebelumnya, pasokan air ke PKM sempat terhenti dan menuai keluhan dari mahasiswa yang aktif dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Gesi Armada Sari, salah seorang anggota Koperasi Mahasiswa atau KOPMA UNP mengatakan harus menumpang ke toilet Pascasarjana atau Fakultas Ekonomi (FE) untuk sekedar buang air. Sedangkan untuk beribadah, mereka harus ke Masjid Al-Azhar.
Lebih lanjut, Gesi menjelaskan bahwa kegiatan organisasi juga berlangsung di hari Sabtu dan Minggu. Sementara fakultas-fakultas di sekitar PKM jarang buka di hari tersebut, sehingga mahasiswa tidak bisa memanfaatkan tempat terdekat yang biasa digunakan. Selain itu, kegiatan organisasi kadang-kadang juga berlangsung hingga malam hari, sedangkan Masjid Al-Azhar sudah tutup jika hampir larut malam. "Kami pernah sampai ke SPBU terdekat hanya untuk buang air," ungkapnya, Senin (3/11).
Senada dengan Gesi, David Riyadi, anggota Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup atau MPALH, mengaku semenjak aliran air ke PKM terhenti mereka kesulitan untuk mencuci peralatan UKM-nya. Mereka terpaksa memanfaatkan sumur di perbatasan FE dan PKM, namun karena kepemilikan sumur yang tidak jelas mereka merasa tidak nyaman untuk menggunakannya. "Kepemilikannya tidak jelas," tegasnya, Senin (3/11).
Menanggapi keluhan-keluhan tersebut, Kepala Rumah Tangga Perlengkapan UNP, Nasaruddin H, S.Pd., ST., mengatakan bahwa terhentinya aliran air menuju PKM disebabkan peruntuhan bangunan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) dan bangunan lainnya pada Juni lalu. Saat pengerukan puing-puing bangunan, tanpa sengaja instalasi airnya rusak. Sehingga, aliran air yang seharusnya berawal dari FIS menuju Lembaga Penelitian, Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, Fakultas Ilmu Pendidikan, dan PKM tidak lagi mengalir. "Kami lupa bahwa di FIS ada instalasi air, sehingga terputus saat pembongkaran," ungkapnya, Kamis (6/11).
Sekarang, pihak Perlengkapan telah memperbaiki aliran air ke PKM. Air tersebut dialirkan dari sumur yang ada di dekat perbatasan FE dan PKM dengan menggunakan pompa air otomatis. Pompa ini akan langsung aktif mengalirkan air saat kran di masing-masing PKM dibuka.
Menurut Nasaruddin perbaikan ini sudah permanen. Ia juga menjelaskan bahwa untuk ke depannya seluruh PKM akan memanfaatkan air dari sumur tersebut. Nasaruddin pun mengimbau kepada seluruh mahasiswa di PKM untuk menjaga sarana yang telah ada dan tidak menggunakan air secara berlebihan. "Pompa air jangan dibiarkan hidup terus," tutupnya, Selasa (25/11). Eka*
Komentar (1)