Dalam rangka mengembangkan minat dan kemampuan mahasiswa, Program Studi Sastra Indonesia memberlakukan sistem pembuatan tugas akhir (TA). Dalam sistem ini, calon wisudawan dapat membuat sebuah pertunjukkan berupa penampilan drama, sanggar bahasa, dan hal-hal yang berkaitan dengan mata kuliah jurnalistik, seperti berita fotografi dan bahasa jurnalistik. Mahasiswa juga bisa membuat biografi tokoh, cerpen, dan kumpulan-kumpulan puisi dan mempresentasikannya di hadapan penguji.
Ketua Jurusan Bahasa Indonesia, Dr. Ngusman Abdul Manaf, M.Hum. mengatakan bahwa TA ini, dalam penilaiannya, setara dengan skripsi. Jadi mahasiswa bisa memilih antara menyelesaikan skripsi atau membuat TA. Lebih lanjut, Ngusman mengatakan bahwa sistem ini mulai diberlakukan kepada mahasiswa Sastra Indonesia yang memakai kurikulum berbasis KKNI atau tahun masuk 2013 ke atas. Selanjutnya, salah satu alasan diberlakukannya sistem TA adalah karena setiap mahasiswa memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda. Ada yang mempunyai kemampuan dalam membuat skripsi dan ada pula yang mempunyai kemampuan dalam membuat karya. Karena itulah, untuk menyeimbangkannya, diberlakukan sistem TA. "Mahasiswa dapat memilih tugas akhir sesuai dengan bakat yang dimilikinya," jelas Ngusman, Kamis (13/11).
Dalam pembuatan TA, Ngusman mengatakan bahwa mahasiswa tidak akan terlepas dari karya tulis ilmiah (KTI). Saat mahasiswa terkait membuat TA, maka ia harus menuangkannya dalam bentuk tertulis sesuai dengan aturan KTI. Mahasiswa harus menjelaskan bagaimana proses menghasilkan karya tersebut dan mencantumkan foto dokumentasi sebagai buktinya.
Selain itu, dengan berlakunya pembuatan TA ini, Ngusman berharap mahasiswa lebih mudah mengerjakan tugas akhir. Mahasiswa harus menghasilkan sebuah pertunjukan atau sebuah skripsi semaksimal mungkin karena telah diberi kebebasan untuk memilh. "Semoga mahasiswa dapat mengembangkan bakat di bidang yang disenanginya secara lebih kreatif dan bermutu," ungkapnya.
Mona Monica, Mahasiswa Sastra Indonesia TM 2011, setuju dengan pemberlakukan pembuatan TA ini. Menurutnya mahasiswa dapat bebas berekspresi dalam mengekspresikan bakat-bakat yang dimilikinya. "Saya setuju atas diberlakukannya sistem TA ini,"ungkapnya, Selasa (11/11). Yuna*
Komentar (0)