Teriakan "Turunkan UKT, keadilan harga mati!" diiringi musik menambah heboh aksi unjuk rasa yang diikuti oleh puluhan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UNP. Kegiatan ini dipromotori oleh BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) FT bekerja sama dengan BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa) FT, Senin (1/12). Unjuk rasa ini merupakan aksi damai yang telah mendapatkan izin dari bagian kemahasiswaan FT yang bertujuan untuk menuntut transparansi UKT (Uang Kuliah Tunggal). Arak-arakan pengunjuk rasa ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan mengitari berbagai fakultas di UNP dan berakhir di rektorat.
Ketua BEM FT UNP, Elgi Alam Pangestu mengatakan bahwa latar belakang diadakannya aksi ini adalah terkait dengan akan berakhirnya semester ganjil. Itu artinya waktu pembayaran UKT akan berlangsung kembali. Sementara ada beberapa mahasiswa baru (maba) yang mendapatkan UKT tidak sesuai dengan ekonomi keluarganya. Ia mengungkapkan ada maba yang pekerjaan orang tuanya adalah petani, namun mendapatkan UKT sekitar 4.7 atau 5 juta. "Jika dikalkulasikan berdasarkan penghasilan seorang petani, tentu ini tidak logis," ujarnya.
Ketua BPM FT UNP, Gunandi Ardiansah Putra Sitompul mengatakan bahwa penetapan UKT untuk jalur mandiri langsung ditetapkan tanpa melakukan wawancara (interview). Gunandi juga mengatakan bahwa ia menemukan masih ada pungutan biaya ketika praktikum, padahal seharusnya dengan adanya UKT tidak lagi memungut biaya. Selanjutnya, ia menambahkan jika memang UKT ini merupakan subsidi silang, mengapa seolah-olah si miskin yang membantu si kaya. "Kami ingin bertemu langsung dengan rektor dan meminta transparansi UKT tersebut," tegasnya.
Para pengunjuk rasa menunggu di depan kantor rektorat untuk bertemu langsung dengan rektor. Mereka tidak ingin rektor diwakili oleh Pembantu Rektor (PR) III ketika pihak rektorat bernegosiasi dengan mereka. "Kami khawatir, jika berkomunikasi melalui PR III nanti ada kesalahpahaman dalam informasi ini," jelas Elgi saat bernegosiasi dengan pihak rektorat. Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya mereka setuju untuk berdiskusi dengan pihak rektorat dan mengirim perwakilannya ke ruang sidang rektorat. Diskusi ini juga dihadiri oleh PR I, PR II, PR III, Dekan FT, PD III FT dan beberapa staf FT.
PR I UNP, Prof. Dr. Agus Irianto, sebagai perwakilan rektor mengatakan tujuan diadakannya diskusi ini adalah untuk menampung aspirasi yang logis dan selanjutnya dicarikan jalan keluarnya. Beliau berharap diskusi berjalan sebagaimana mestinya. "Masalah ini bisa didiskusikan dengan cara yang santun," ujarnya
Komentar (0)