Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNP mengadakan rapat akbar mahasiswa yang bertempat di Sekretariat BEM, Rabu (19/11). Rapat ini merupakan rapat perdana koordinasi antara BEM UNP dengan BEM fakultas beserta Unit Kegiatan (UK) tingkat fakultas lainnya. Rapat ini bertujuan untuk mengadakan konsolidasi dengan UK se-UNP yang telah mengkaji tentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Selaku pembicara pada rapat ini, Reno Fernandes, S.Sos. mengatakan jika ingin mengadakan demo maka persiapannya haruslah matang. Demo tersebut dengan struktur koordinasi yang baik dan jelas, agar demo tidak berujung pada tindakan anarkis. "Polisi pasti akan membuat porapokasi," ujarnya. Reno menambahkan, pemerintah juga telah mengasumsikan bahwa demo yang dilakukan oleh mahasiswa hanyalah sekadar demo ikut-ikutan semata. Terbukti dengan banyaknya demo yang telah dilakukan oleh para mahasiswa di-Indonesia. Oleh karena itu Reno berharap bahwa aksi demo yang akan dilakukan membuahkan hasil. "Demo yang dilakukan mahasiswa seharusnya tidak hanya sehari atau dua hari semata, melainkan seminggu atau dua minggu," ungkapnya.
Presiden Mahasiswa BEM UNP, Galant Victory mengatakan bahwa BEM UNP telah mengirimkan surat kepada pihak kepolisian berkenaan dengan aksi demo yang akan dilakukan. Galant juga berharap mahasiswa UNP lainnya dapat bergabung untuk aksi demo ini. "Mahasiswa harus bergerak secepat mungkin," tegasnya. Ermi*
Komentar (0)