Mengusung tema Darahku Bukti Cintaku untuk Sesama, Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) UNP mengadakan Seminar Donor Darah di Gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), Sabtu (15/11). Seminar ini diikuti oleh 154 orang peserta dan turut mengundang anggota HMI sekaligus dua orang pemateri yaitu dr. Dian Afmareta dan Ir. Ahmad Syafri, S.pi, M.Si. yang merupakan pendonor yang telah melakukan donor darah sebanyak 110 kali.
Acara dibuka langsung oleh perwakilan dari Pembantu Rektor III dan dimulai dengan pengucapan Tujuh Prinsip Dasar PMI. Lalu kata sambutan dari ketua pelaksana, Fajar Wahyudi. Kemudian acara dilanjutkan dengan menyanyikan Mars PMI dan pemberian materi oleh dr. Dian Afmareta.
dr. Dian menjelaskan bahwa dalam memperlakukan pendonoran, para dokter yang menangani harus melalui proses pradonor. Proses pradonor ini mencakup banyak aspek, di antaranya pendonor harus melalui tes kelayakan sebagai pendonor. Ia juga mengatakan bahwa sekarang stok darah mulai berkurang dan kebutuhan darah terus bertambah. "Stok darah yang dibutuhkan bagi 26 rumah sakit di Kota Padang belum mencukupi," ungkapnya.
Dalam paparan materinya, dr. Dian juga menjelaskan manfaat dari mendonorkan darah. Salah satunya adalah meregenerasi sel darah merah. Setelah darah didonorkan, sumsum tulang belakang akan langsung memproses pembentukan sel darah yang baru dan regenerasi sel darah ini bermanfaat sekali untuk tubuh. dr. Dian juga menambahkan bahwa PMI tidak memperjualbelikan darah, sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Bab III PP no. 18 b tahun 1980 tentang transfuse darah yang isinya, "Dilarang memperjualbelikan darah dengan dalih apapun". Blood for lif. Itulah semboyan yang diusung untuk tindakan mulia ini.
Selaku ketua pelaksana, Fajar Wahyudi mengatakan bahwa acara ini diharapkan dapat mendorong keinginan mahasiswa untuk mendonorkan darahnya. Tindakan mendonorkan darah adalah tindakan yang sangat mulia. "Lewat acara seminar ini diharapkan banyak yang termotivasi untuk menjadi pendonor," tutupnya. Rahmi*
Komentar (1)