Kehadiran pengemis di lingkungan kampus menjadi keresahan tersendiri bagi beberapa civitas akademika UNP. Seperti yang dirasakan oleh Dian Putri, Mahasiswa Administrasi Negara TM 2007. Ia mengaku pengemis tidak hanya sekadar berkeliaran di pekarangan UNP saja. Namun ada juga yang sampai masuk ke lokal-lokal perkuliahan. "Mereka masuk ke kelas kuliah di saat perkuliahan sedang dilaksanakan, bahkan ketika ada dosen mereka pun berani masuk," ujarnnya, Jumat (1/4). Ia juga mengatakan kekesalanpun muncul dari sikap yang ditunjukkan pengemis ketika tidak diberi uang. "Mereka akan terus berdiri dekat mahasiswa, sehingga kesannya memaksa," ungkapnya.
Tak hanya mahasiswa, dosen pun juga merasakan hal yang sama. Seperti yang dikeluhkan dosen mata kuliah Profesi Pendidikan, Endang Sukmawati. Ia mengaku seringkali pengemis mau masuk ketika proses perkuliahan sudah dimulai. "Selalu saya tolak dengan gerakan tangan yang mengisyaratkan tak boleh masuk," ungkapnya, Selasa(5/4).
Menurut Endang, suasana lingkungan pendidikan bisa hilang karena tertutup suasana yang seperti pasar. Belum lagi jumlah pedagang kaki lima yang semakin hari semakin banyak. Endang berharap pihak universitas memberlakukan peraturan khusus agar semua tidak semakin semraut. Misalnya saja dengan memberikan pembatasan area yang jelas antara area yang hanya untuk civitas kampus dan untuk umum.
Menurut Jumriah (65), salah seorang pengemis yang sering berada di FIS mengatakan dipilihnya UNP sebagai tempat mengemis karena masih banyak mahasiswa yang mau memberikan sedekah. Rata-rata setiap hari ia memperoleh Rp 100.000. "Paling sedikit saya memperoleh Rp 80.000," ujarnya Sabtu (16/4). Ia juga mengatakan belum pernah mendapatkan teguran dari satpam atau universitas selama dua tahun ia mengemis di UNP.
Apa yang disampaikan Jumriah berbeda dengan apa yang disampaikan oleh salah seorang satpam UNP, Louis. Ia mengaku sudah sering melakukan pengusiran terhadap pengemis atau peminta-minta. "Mereka tetap juga masih mengemis," akunya. Teguran dengan cara yang lebih baik pun sudah pernah dilakukan. "Coba orang tua Anda yang seperti saya apakah Anda tega, hanya ini yang bisa saya lakukan demi sesuap nasi.", terangnya ketika menirukan jawaban pengemis, Selasa (13/4). Ia menambahkan sudah ada peraturan tertulis dari universitas tentang keamanan, kenyamanan dan ketertiban kampus, termasuk didalamnya menertibkan pengemis. Ia mengatakan penertiban terhadap pengemis akan terus dilakukan walaupun masih banyak pengemis yaang membandel
Komentar (0)