Ketentuan pengajuan Beasiswa PPA dan BBM dengan status masuk mahasiswa masih menimbulkan tanda tanya. Di FBS misalnya, tahun 2010 mahasiswa Reguler Mandiri (RM) diperbolehkan untuk mengajukan permohonan beasiswa PPA dan BBM. Seperti diakui Mice Amelsi, mahasiswa Jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah TM 2008, yang menerima beasiswa PPA. "Saya hanya coba-coba saja mengajukan permohonan, ternyata lulus" katanya, Rabu (23/3).
Ketentuan ini berbeda untuk tahun 2011. Mahasiswa dengan status masuk RM tidak lagi diberi kesempatan untuk mengajukan permohonan beasiswa PPA dan BBM. Namun, akhir Februari lalu masih terdapat sekitar 15 mahasiswa RM yang mengajukan permohonan beasiswa. Salah satunya Muhammad Rino Nst, mahasiswa Jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah TM 2008. Ia mengaku mengajukan permohonan beasiswa BBM karena melihat pada tahun sebelumnya ada mahasiswa RM yang memperoleh beasiswa PPA dan BBM. "Siapa tahu, dapat," ungkap Rino, Rabu (16/3).
Hal serupa juga disampaikan oleh salah seorang mahasiswa RM FBS yang permohonan pengajuan beasiswanya ditolak lantaran status masuk RM. Lebih lanjut, ia merasa kecewa karena status masuk mahasiswa RM tidak bisa mengajukan permohonan kedua beasiswa itu. "Tidak semua mahasiswa RM itu kaya," ujarnya, Selasa (15/3). Meski demikian, ia berusaha untuk bisa menerimanya.
Menanggapi pengajuan beasiswa dengan status masuk, Ir. Zulgafli, Kasubag Kemahasiswaan FBS menjelaskan pada tahun 2010, mahasiswa RM diperbolehkan mengajukan permohonan beasiswa PPA dan BBM. Hal ini dilakukan berdasarkan kebijakan universtas demi pemerataan terhadap mahasiswa. "Mahasiswa RM itu kan mahasiswa UNP juga," jelasnya, Senin (21/3). Sehingga, ketika itu pihak fakultas mencoba mengajukan beberapa mahasiswa RM dengan pertimbangan tidak sedikit juga dari mereka yang mempunyai IP yang lebih tinggi dari mahasiswa reguler.
Namun, kebijakan universitas demi pemerataan terhadap mahasiswa itu tidak bisa lagi diberlakukan pada tahun 2011. Zulgafli menjelaskan hal itu merupakan kebijakan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sebagai pemberi dana. Untuk itu, Zulgafli menegaskan setiap permohonan beasiswa yang masuk di setiap jurusan diseleksi agar tidak terjadi kekeliruan nantinya. "Kita tidak ingin menemukan kesalahan ketika sudah sampai pada tahap akhir," tegasnya, Senin (21/3).
Untuk mahasiswa RM yang tetap mengajukan permohonan beasiswa, Zulgafli mengaku bahwa mahasiswa sepertinya tidak percaya. Dengan alasan coba-coba, lanjutnya, mereka ingin melihat bukti apa benar mahasiswa RM tidak bisa lagi mengajukan permohonan beasiswa.
Komentar (1)