Dengan memakai pakaian putih hitam calon anggota Mahasiswa Pencinta Alam dan Lingkungan Hidup (MPALH) UNP semangat menyanyikan lagu Pencinta Alam Indonesia. Bersama anggota penuh dan anggota luar biasa MPALH dalam acara Pendidikan dan Latihan Dasar Cinta Alam XXXI (DIKLATSARCA XXXI). Acara ini bertemakan "Melalui DIKLATSARCA XXXI Bentuk Generasi Tangguh, Kreatif, Inovatif, dan Berdedikasi Tinggi dengan Alam" di ruang sidang Pusat Kegiatan Mahasiswa, Sabtu (08/11).
Dalam DIKLATSARCA ini dilakukan beberapa kegiatan. Di antaranya: kegiatan bersama, latihan fisik, diklat ruangan, dan diklat lapangan yang dilaksanakan mulai dari tanggal 04 November 2014 sampai 19 Januari 2015. Untuk sekarang sedang berlangsung latihan fisik seperti jogging, push up dan berbagai latihan lainnya. Panitia tidak menetapkan waktu untuk latihan karena setiap calon anggota MPALH tidak mempunyai jadwal KRS yang sama.
Dalam kata sambutanya, Oki Aria Adinata sebagai operasional menggantikan ketua pelaksana David Riadi yang berhalangan hadir. Oki mengatakan bahwa untuk Open Recruitment MPALH sudah terdaftar 78 calon anggota yang berasal dari berbagai fakultas di UNP TM 2013 dan 2014. "Kami akan berusaha meningkatkan ini setiap tahunnya sesuai dengan permintaan Pembantu Rektor III (PR III)," tuturnya.
Edi Sandra Tanjung selaku Ketua Umum MPALH berharap acara ini bisa berjalan dengan lancar sampai akhir. "Semoga calon anggota MPALH dapat mengikuti latihan yang ada di lapangan sampai dilantik menjadi anggota," ungkapnya. Selain itu Drs. Sutarman Karim sebagai Pembina MPALH sekaligus yang membuka acara secara resmi menegaskan, untuk menjadi anggota MPALH tidak boleh mengindap suatu penyakit. Dan jangan sia-siakan waktu dengan tidak berilmu, karena nanti akan berbaur dengan alam dan lapangan. "Hidup sebagai mahasiswa pencinta alam sangat indah, berteman dengan alam yang tak biasa," ujarrnya.
Kasubag dan Kabag Mahasiswa, Drs. Sudiro Sembiring mewakili PR III, mengatakan MPALH ini tidak sama dengan unit kegiatan yang lain karena bergaul dengan alam yang terbuka. "Oleh karena itu dikatakan alam takambang menjadi guru," ungkapnya. Windy*, Hera*
Komentar (0)