Usai penandatanganan MOU beserta pencabutan nomor kandidat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Badan Eksekutif Mahsiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) 2014-2015 pada 31 Oktober lalu, dilanjut dengan Kampanye Dialogis yang digelar di Ruang PKM UNP, Kamis (6/11). Kampanye ini dihadiri oleh Pembantu Dekan (PD) III FIS, Panelis Kampanye Dialogis, Calon Gurbernur dan Wakil Gubernur BEM FIS UNP 2014-2015, dan para pendukung masing-masing kandidat beserta masyarakat FIS.
Dalam pembukaannya, PD III FIS, Drs. Ikhwan, M.si., menyebutkan bahwa salah satu tujuan acara ini adalah untuk memotivasi mahasiswa agar memiliki tingkat partisipasi yang tinggi dalam pemilihan umum (pemilu) nantinya. "Karena makin hari partisipasi mahasiswa untuk terlibat dalam pemilu semakin turun." ujarnya. Selanjutnya, beliau mengharapkan pemilu berjalan dengan lancar. "Di dalam pemilihan pasti ada yang menang dan kalah, oleh karena itu dituntut sportifitas," tutupnya.
Acara dilanjutkan dengan pengenalan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FIS UNP 2014-2015 yang disambut dengan tepik sorak pendukung. Pasangan nomor urut satu diwakili oleh Angga Anderson dan Alif Melky Ramdani, sedangkan pasangan nomor urut dua diwakili oleh Khairul wahyudi dan Ricko Riwaldi. Dilanjutkan dengan penyampaian visi dan misi dari masing-masing kandidat. Barulah dimulailah kampanye dialogis yang diawali dengan beberapa pertanyaan pemanasan dari amplop yang telah dipilih kandidat. Sedangkan pertanyaan lebih lanjut diserahkan kepada empat panelis kampanye, yaitu Dr. Irianjoni, S.Sos.M.si, Junaidi Indrawadi, M.Pd., Muhammad habibie dan Ichsan Nasution.
Ketua panitia, Siska Deliza mengatakan bahwa pemilu sendiri akan dilangsung pada tanggal 13 November di dua TPS. Namun, dua TPS tersebut digabung menjadi satu lokasi yaitu di Lobby FIS. Siska pun berharap semoga partisipasi dari masyarakat FIS tinggi dalam menggunakan hak suaranya. Hal senada diutarakan oleh salah satu masyarakat FIS, Okma Sandra Mahasiswa Ilmu Sosial Politik TM 2014 yang berharap semua masyarakat FIS untuk berpartisipasi. "Kita harus menghargai satu suara, jangan sampai terjadi penyesalan nantinya," ujarnya. Eka*
Komentar (0)