Dengan tema "Melahirkan Jurnalis Olah Raga Handal dalam Rangka Ikut Memajukan Keolahragaan Nasional", Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNP mengadakan Pelatihan Jurnalistik Televisi bersama Padang TV di Ruang Sidang FIK UNP, Sabtu-Minggu (1-2/11). Acara yang dihadiri oleh 60 peserta dari berbagai Jurusan/Program studi di FIK beserta Ormawa selingkungan UNP ini, dibuka oleh Romi Mardela, S.Pd. M.Pd selaku dosen pembimbing, Sabtu (1/11). Romi menyebutkan bahwa ini bukanlah pertama kalinya FIK mengadakan pelatihan jurnalistik, jadi diharapkan pelatihan ini mampu meningkatkan kemampuan dan kompetensi mahasiswa FIK. "Salah satu kemampuan itu adalah jurnalistik," ujarnya. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa di luar negeri 30% dari pendapatan negara berasal dari jurnalistik olah raga, sementara di Indonesia sampai saaat ini belum ada. "Padahal ini adalah peluang untuk mengembangkan kiprah kita," ungkapnya.
Pelatihan jurnalistik ini merupakan agenda tahunan yang dilakukan FIK, bertujuan untuk membuka kesempatan bagi FIK untuk mengembangkan soft skill baru. "Jadi mahasiswa FIK tidak hanya fokus kepada olah raga saja, namun juga mengembangkan diri lewat jurnalistik," ungkap Mega Dwi Jayanti selaku Ketua Panitia.
Pada hari pertama pelatihan, peserta diberi pembekalan mengenai Pengenalan Dasar Jurnalistik dan Etika Jurnalistik Televisi, Pengenalan Alat Reportase Beserta Dasar-dasar Produksi Acara Radio dan Televisi oleh Noval Wiska, Wakil Pimpinan Redaksi Padang TV dan Dasrul, Eksekutif Produser di Padang TV. Dalam materinya Dasrul mengungkapkan bahwa jurnalistik adalah sebuah proses, di mana melibatkan orang, dan orang tidak selalu benar. Oleh karena itulah ada kode etik serta sistem yang mengaturnya. "Jurnaliskan juga manusia," ujarnya..
Kemudian pelatihan berlanjut keesokan harinya dimana peserta langsung mempraktikkan teknik meliput berita di lingkungan kampus UNP. Setelah itu narasi berita beserta rekaman video diedit oleh Editor Padang TV selayaknya berita yang akan naik tayang. Salah seorang peserta, Aziza Maulana Pendidikan Kepelatihan Olahraga 2014 mengaku mendapatkan ilmu baru yang jarang ditemukan di FIK. "Selain mendapatkan ilmu kita juga dapat pengalaman dari team work saat membuat video," ungkapnya, Minggu (2/11). Sabrina*, Eka*
Komentar (0)