Masjid Raya Al Azhar sebagai sarana yang disediakan bagi mahasiswa dan masyarakat di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) untuk beribadah, saat ini tengah mengalami kebocoran pada langit-langit lantai satu. Tetesan air sering jatuh dari langit-langit yang terbuat dari semen itu dan membuat lapisan luarnya rusak. Besi-besi penyangganya pun terlihat dari bawah.
Kebocoran yang tepat berada di atas saf perempuan ini membuat karpet masjid basah. Sebuah baskom besar pun diletakkan sebagai penampung air untuk penanggulangan sementara. Hal ini menyebabkan jamaah masjid perempuan terganggu. "Baskom untuk menampung air dari langit-langit yang bocor mengganggu pemandangan, tikarnya jadi basah, dan saf terputus saat salat jamaah," keluh Widya Pratiwi Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah TM 2012, Kamis (2/10).
Jamaah lainnya, Rani Selvia, juga turut menyampaikan keluhannya terhadap masalah tersebut. "Air dari langit-langit yang bocor membuat tikar jadi berbau," ujar mahasiswa Jurusan Biologi TM 2011 ini. Menurut Rani, kondisi masjid yang seperti ini perlu segera diperbaiki.
Menanggapi hal tersebut Ketua Pengurus Masjid Al-Azhar, Sukardi, menjelaskan bahwa langit-langit masjid yang bocor berasal dari tempat wudu perempuan di lantai dua. Air dari tempat wudu perempuan itulah yang meresap ke dalam semen sehingga lama-kelamaan bocor. "Air yang diserap semen bukan yang mengalir hari ini, tetapi bisa saja air sepuluh hari lalu," ujarnya saat ditemui di Gedung Lembaga Pengabdian Masyarakat UNP, Jumat (10/10).
Lebih lanjut Sukardi menjelaskan bahwa untuk perbaikan mesjid, jika dilakukan secara manual dengan membongkar satu lantai, maka akan memakan biaya miliaran rupiah. Oleh sebab itu, saat ini tengah dicari metode perbaikan dengan menggunakan teknologi, sehingga tidak dibongkar semua. "Kemarin sudah ditemukan teknologi dari Karya Teknik dengan memakai wadah peruk, yaitu perbaikan di tempat yang rusak saja," terangnya.
Kemudian Sukardi mengimbau kepada seluruh jamaah Masjid Al-Azhar UNP agar memakai fasilitas dengan baik dan benar serta menggunakannya sesuai dengan tuntutan agama. Karena, seharusnya jamaah bersyukur atas seluruh fasilitas yang telah disediakan. "Oleh karena itu, sayangilah masjid," tutupnya. Gumala, Eka*
Komentar (0)