Pembangunan besar-besaran delapan gedung di Universitas Negeri Padang (UNP) yang merupakan kerja sama antara UNP dengan Islamic Development Bank (IDB), belum bisa terlaksanakan pada tahun ini. Hal ini terjadi karena terkendala pada pengadaan kontraktor pembangunan.
Sebelumnya Prof. Ganefri, Ph.D., selaku Ketua Proyek IDB UNP mengatakan bahwa pembangunan kemungkinan akan dilakukan pada bulan Oktober tahun ini. Namun, setelah dikonfirmasi ulang, ternyata proses pembangunan delapan gedung tersebut baru akan dimulai pada 31 Januari 2015 mendatang. Delapan gedung tersebut, antara lain University Centre, Auditorium, Integrated Laboratory, Integrated Classroom, Student Centre, Training Centre, Bussiness Centre dan ICT Centre.
Mengenai hal ini, Ganefri menjelaskan bahwa proses pembangunan kedelapan gedung tersebut akan dilakukan secara simultan dengan kontraktor yang sama. Kontraktor dipilih berdasarkan beberapa kriteria, yaitu perusahaan yang pernah mengerjakan nilai kontrak minimal 80% dari nilai kontrak UNP, tidak dalam kondisi blacklist, memiliki cukup tenaga ahli, dan pernah mengerjakan pekerjaan sejenis. "Nah, mencari kontraktornya inilah yang sulit," ujarnya, Jumat (3/10).
Menjelang pembangunan dilaksanakan, pihak UNP tengah berkoordinasi dengan IDB untuk mencari kontraktor pembangunan. Sampai saat ini, UNP telah memiliki sepuluh perusahaan kontraktor yang bersaing, yang telah diusulkan ke IDB. Hanya saja, sekarang UNP masih menunggu surat tidak keberatan dari IDB mengenai satu kontraktor yang terpilih untuk proyek ini nantinya. "Di sini kita hanya bertindak sebagai pengusul. Semua peraturan tersebut mengikuti IDB Guideline Only" jelas Ganefri, Senin (13/10).
Terkait dengan sistem pelaksanaannya, pembangunan akan dibagi menjadi tiga zona. Pembagian zona ini bertujuan agar lalu lintas di UNP tidak terganggu. Nantinya, setiap zona akan dipagar seluruhnya agar proses perkuliahan tetap berjalan seperti semestinya. Zona A berlokasi di sekitar Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan lama, zona B berlokasi di lapangan rektorat, dan zona C berlokasi di Fakultas Ilmu Sosial.
Pembangunan delapan gedung ini dicanangkan akan selesai dalam waktu 365 hari. Dalam selang waktu tersebut, pembangunan gedung-gedung di UNP diselenggarakan dengan satu perusahaan kontaktor yang benefit. Ganefri berharap warga UNP dapat membantu dalam menyukeskan pembangunan ini meskipun proses perkuliahan mungkin akan sedikit terganggu. "Saya mohon dukungan dari semua pihak agar semuanya bisa berjalan dengan lancar," harapnya, Jumat (3/10). Ana, Rival*
Komentar (0)