Pelaksanaan wisuda periode ke 90, kembali diadakan di Gelanggang Olahraga UNP, Sabtu (19/3) lalu. Dalam pidatonya, Rektor UNP, Prof. Dr. Z. Mawardi Effendi, M. Pd., mengaku senang wisuda periode ini melahirkan sepuluh orang doktor. "Jumlah yang lebih banyak dari sebelumnya," ungkapnya Sabtu (19/3).
Orasi ilmiah bertema Teknologi Informasi dan Pendidikan di Era Globalisasi disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring. Tifatul menyampaikan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menuju era konvergensi dan penggunaannya di Indonesia. Konvergensi merupakan teknologi yang saling bersatu secara umum sebagai teknologi telekomunikasi, konten, dan komputasi. Era konvergensi telah membawa dampak perubahan lingkungan strategis serta perkembangan di berbagai bidang. Mencermati hal tersebut, tentunya membutuhkan suatu kebijakan sebagai dasar hukum dari penyelenggaraan TIK disamping kompetensi SDM yang handal dan profesional di bidangnya. "Di Indonesia, era konvergensi ditandai dengan pemanfaatan layanan internet sebagai media informasi," jelasnya.
Lebih lanjut Tifatul menjelaskan, pengguna internet umumnya cenderung mengakses konten-konten luar seperti Facebook yang merupakan pengguna terbesar di dunia, disusul Yahoo dan Twitter. Perilaku ini mengakibatkan konsumsi bandwidth internasional menjadi lebih besar sehingga belanja bandwidth internasional merupakan pengeluaran terbesar bagi penyelenggaran internet di Indonesia. Untuk itu, perlu didorong pengembangan konten lokal dalam negeri untuk menghemat penggunaan bandwidth internasional sehingga tarif internet lebih murah.
Dalam konteks pendidikan, diperlukan SDM yang berdaya saing dan kompeten serta memiliki wawasan kebangsaan yang harus dibangun dari dunia pendidikan kemudian pada aspek kurikulum. Kurikulum pendidikan sebaiknya berkaitan dengan mengembangkan jiwa technopreneur dengan kemampuan dasar ICT sejak awal. Untuk itu, mahasiswa harus mampu menjadi technopreneur dengan wawasan TIK yang memadai. Untuk mewujudkan visi menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia, Tifatul menerangkan harus dilakukan peningkatan fasilitas pendidikan, peningkatan kompetensi tenaga pengajar melalui program beasiswa, dan pembangunan komunitas TIK dengan memanfaatkan para alumni melalui media offline maupun online.
Di akhir orasinya, Tifatul berharap agar civitas akademika UNP mampu menyikapi peran dan fungsinya dalam menciptakan sumber daya yang berkualitas yang memiliki daya kreatifitas dan jiwa technopreneur yang tinggi dalam menyongsong era konvergensi. Dengan demikian, wisudawan-wisudawati diharapkan dapat menemukan peran penting dan peluang yang sangat besar untuk tumbuh dan berkembang. "Lulusan perguruan tinggi tentunya harus dibekali dengan softskills dan hardskills untuk menjadi technopreneur yang handal," tutupnya.
Komentar (0)