Dengan mengusung tema Menjawab Tantangan Dunia Pendidikan, Surat Kabar Kampus (SKK) Ganto menyelenggarakan Seminar Nasiona bersama Ibu Guru Kembar di aula Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNP, Sabtu (18/10). Acara ini dihadiri oleh Pembantu Rektor (PR) VI UNP Dr. Ardipal M,Pd, Prof. Dr. Ermanto S.Pd M.Hum, dan Dr. Ahmad Kosasih.
PR VI, Dr. Ardipal M,Pd membuka secara resmi seminar ini. Dalam sambutannya beliau mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai salah satu bentuk perhatian terhadap dunia pendidikan. Lebih lanjut, Ardipal menekankan bahwa pendidikan sangat penting, apalagi dengan sikap pelajar yang terkadang tidak sesuai dengan moral serta sistem kurikulum 2013 yang lebih mengutamakan sikap daripada pengetahuan. Menurutnya jika siswa yang tidak berpendidikan yang memimpin, maka dunia akan hancur. "Karena itu semua anak wajib mendapat pendidikan," ungkapnya.
Ibu Guru Kembar, Sri Rosyati dan Sri Irianingsih dipilih sebagai pemateri dalam seminar ini karena keduanya merupakan pelopor pendidikan gratis di Indonesia, serta pendiri sekolah darurat Kartini di Jakarta. Setelah lima kali digusur oleh polisi, Rosy dan Rian berhasil membangun sekolah permanen yang gratis dan diakui resmi oleh pemerintah. Rosy dan Rian berbagi cinta untuk anak jalanan dan fakir miskin dengan sekolah gratis, sehingga anak-anak tersebut mendapatkan pendidikan yang layak dan berkeadilan. Rosy dan Ryan memiliki harapan untuk menuntaskan anak miskin dan anak jalanan yang tidak bersekolah. Seminar ini didampingi langsung oleh moderator profesional, Adjat Wiratma, seorang jurnalis di Global TV dan MNC News.
Ilma Hayatil Husna mahasiswa Pendidikan Fisika TM 2013 mengatakan Ibu Guru Kembar merupakan sosok inspiratif baginya. Menurutnya, zaman sekarang sudah jarang orang bersikap seperti Ibu Guru Kembar, yang mengorbankan materi dan tenaga mendirikan sekolah gratis untuk anak jalanan. "Suatu saat nanti saya ingin seperti Ibu Guru Kembar, yang bisa mendirikan sekolah gratis," ujarnya. Windy*
Komentar (0)